logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 30 September 2006 NASIONAL
Line

Kivlan: Prabowo Sengaja Dikudeta


JAKARTA - Mantan Pangkostrad Letjen (Purn) Prabowo Subianto sengaja dikudeta oleh mantan Panglima ABRI Jenderal (Purn) Wiranto pada masa transisi atau saat awal pemerintahan BJ Habibie. Hal itu dikatakan mantan Kepala Staf Kostrad Mayjen (Purn) Kivlan Zein kepada Suara Merdeka, di Jakarta, Jumat (29/9).

Dia mengaku saat itu sebagai saksi pergantian kepemimpinan Pangkostrad Letjen Prabowo Subianto. Sebenarnya, Wiranto sudah melakukan insubordinasi atas perintah Pak Harto agar melakukan pengamanan di sekitar istana pascapergantian presiden.

"Saat itu pasukan Kostrad dan Marinir memang berjaga-jaga di sekitar Istana untuk pengamanan tersebut," ujar dia.

Ketika itu, Wiranto tidak mematuhi perintah Pak Harto untuk melakukan pengamanan. Dia malah bertanya kepada Habibie apa yang harus dilakukan. "Sebagai Panglima ABRI, Wiranto tidak seharusnya balik bertanya kepada Habibie, karena ada gerakan pasukan di Istana," ujar dia.

Wiranto sebenarnya juga tahu ada pasukan di Istana yang digerakkan oleh Pangdam Jaya Mayjen TNI Sjafrie Sjamsuddin tanpa koordinasi dengan Panglima ABRI.

"Bukannya melakukan pengamanan, Wiranto malah bermain mata dengan Habibie. Pasukan Kostrad pun ditarik dari Istana dua minggu kemudian," ungkap Kivlan.

Dia juga mengatakan bahwa pada tanggal 18 Mei 1998, sebenarnya Wiranto dan Endriartono Sutarto yang meminta Presiden Soeharto mundur dari jabatannya. "Itu terjadi sebelum pengerahan pasukan di Istana. Celakanya, Prabowo mengetahui niat Wiranto tersebut," tutur dia.

Karena itu, Kivlan meminta Wiranto mau membuka mulut terkait dengan perannya itu. "Prabowo hanya dikambinghitamkan oleh Wiranto dalam kasus Habibie," tegas dia.

Kendati demikian, sebagai pelaksana pengerahan pasukan Kostrad saat itu, Kivlan membantah bahwa hal itu untuk kudeta militer. "Tidak ada rencana itu, yang ada hanya pengamanan di sekitar wilayah Istana dan objek vital lainnya," tandasnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan, Sintong Pandjaitan juga sakit hati terhadap Prabowo Subianto. Sebab, Prabowo mengira Sintong sebagai penyebab pencopotan atas dirinya. "Padahal pencopotan Prabowo itu merupakan hasil sidang Dewan Kehormatan Militer," ungkap dia.

Sintong kemudian naik menjadi Sesdalobang Habibie dan melakukan kudeta terhadap Prabowo. "Jadi sebenarnya, motif pencopotan terhadap Prabowo itu didasari rasa tidak suka," ujar dia.

Yang jelas, sebelum pergantian presiden, Prabowo sempat mengusulkan agar Wiranto diganti karena tidak melakukan tugas pengamanan Istana.

"Prabowo pun menyebut nama Subagyo HS. Namun kemudian ditolak Habibie," ungkap dia. (H27-48m)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA