| Sabtu, 30 September 2006 | NASIONAL |
Keinginan Mira Ditolak
JAKARTA - Keinginan istri Umar al-Farouk, Mira Agustina, berangkat ke Irak guna memastikan nasib suaminya tidak bisa dipenuhi oleh Departemen Luar Negeri (Deplu). Hal itu dikatakan oleh Sekjen Deplu, Imron Cotan, ketika dihubungi Suara Merdeka, di Jakarta, Jumat (29/9). Imron mengatakan, keinginan Mira berangkat ke Irak sulit dipenuhi, karena pertimbangan faktor keamanan dan keselamatan. ''Saat ini saja, tim yang berada di Kuwait dan Amman masih sulit bergerak masuk ke Irak,'' tandasnya. Mira, kata dia, bakal menemui kesulitan untuk bisa masuk ke Irak, karena tidak memilki cukup pengetahuan tentang situasi dan kondisi keamanan di sana.''Untuk itu, kami mohon supaya dipertimbangkan kembali keinginan tersebut. Tapi, kami tidak bisa menolak keinginan seseorang,'' ujarnya. Menurutnya, lebih baik Mira menunggu hasil konfirmasi dari tim yang dikirim Deplu ke Irak, karena tim tersebut juga sedang mencari death certificate dengan dukungan data yang memadai. ''Akan lebih baik bila Mira menunggu hasil konfirmasi tersebut,'' katanya. Tes DNA Yang jelas, jika sudah mendapatkan surat kematian itu, pihaknya akan mencocokkan data dengan hasil tes DNA yang dilakukan terhadap Al-Farouk. ''Tes DNA perlu dilakukan untuk meyakinkan kembali, apakah jasad itu adalah Al-Farouk atau bukan. Sebab, AS pernah salah dalam mengidentifikasi jenazah,'' tuturnya. Kendati demikian, Imron memastikan, Al-Farouk bukan WNI, sehingga akan sulit untuk dilakukan proses evakuasi mayat ke Indonesia. ''Al-Farouk itu adalah warga negara Kuwait, yang tinggal di Irak. Namun, bila Mira ingin memastikan, apakah mayat tersebut Al-Farouk, akan kami lakukan,'' tandasnya. Sementara itu, Mira Agustina menolak untuk membeberkan ciri-ciri yang dimiliki suaminya. ''Yang paling tahu adalah saya dan saya tidak akan membicarakannya kepada pers,'' ucapnya. Dia juga tetap memaksa untuk berangkat ke Irak guna melihat apakah benar jenazah tersebut adalah suaminya. ''Jika tidak ada fasilitas dari pemerintah, saya akan berangkat sendiri,'' katanya. Mira juga meyakini, suaminya tidak mungkin berbuat seperti yang dibayangkan oleh orang selama ini. ''Suami saya hanya dijadikan kambing hitam oleh AS. Saya kenal betul siapa suami saya dan dia tidak mungkin akan berbuat itu,'' ujarnya. (H27-48h) | ||||