logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 30 September 2006 SEMARANG
Line

H-7 Semua Proyek Jalan Strategis Harus Selesai

SALATIGA - Sejumlah paket proyek berkaitan dengan pembangunan jalan di beberapa ruas jalan strategis di Kota Salatiga disarankan dapat diselesaikan sebelum Lebaran. Sebab, dikhawatirkan jika masih digarap pada masa arus mudik dan balik, akan mengakibatkan kemacetan di beberapa ruas jalan strategis itu.

Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Salatiga telah mengingatkan kepada semua pelaksana proyek hotmix di berapa ruas jalan strategis, agar dapat merampungkan garapannya seminggu sebelum Lebaran. ''Saya menargetkan semua proyek harus dapat diselesaikan seminggu sebelum Lebaran sehingga tidak mengganggu arus mudik dan balik. Atau penggarapannya dilakukan setelah Lebaran,'' papar Kepala DPU Ir H Saryono, kemarin.

Dijelaskannya, hingga akhir tahun terdapat sejumlah paket proyek hotmix di beberapa ruas jalan dengan total anggaran sekitar Rp 12 miliar. Beberapa ruas jalan itu diketahui merupakan jalur utama dan alternatif yang biasa digunakan oleh para pemudik saat Lebaran.

Dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, seringkali beberapa proyek masih digarap pada masa H-7. Bahkan ada proyek yang tidak dirampungkan dan ditinggal begitu saja sehingga akhirnya mengganggu arus lalu lintas. Seperti pada Lebaran tahun lalu, proyek crossing jalan di Jalan Imam Bonjol tidak diselesaikan penggarapannya dan materialnya dibiarkan menumpuk di pinggir jalan.

Strategis

Salah satu jalan strategis adalah Jalan Tingkir-Barukan yang merupakan jalur alternatif Salatiga-Karanggede-Gemolong-Sragen. Jalan sepanjang 1,4 km itu sekarang kondisinya memprihatinkan karena berlubang sehingga mengganggu pengendara yang lewat. Sesuai dengan APBD 2006 telah dianggarkan Rp 1 miliar untuk hotmix jalan.

Sementara itu, di Jalan Fatmawati Salatiga yang merupakan jalan nasional terlihat sejumlah pekerja sedang menata batu di pinggir jalan. Seorang pekerja mengatakan, kegiatan mereka merupakan bagian dari proyek pelebaran jalan itu.

Namun, Kepala PU Bina Marga Jateng Ir Danang Atmodjo mengemukakan, jalan tersebut bukan untuk dilebarkan, melainkan dilakukan penataan bahu jalan agar sejajar dengan badan jalan. ''Penataan bahu jalan tersebut bertujuan demi keamanan sehingga pengguna jalan tidak terperosok saat keluar dari badan jalan,'' jelas Danang. (H2-16v)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA