logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 30 September 2006 SEMARANG
Line

Ngabuburit sambil Cari Buku Bekas

MENUNGGU waktu berbuka puasa atau ngabuburit bisa dilakukan dengan apa saja asalkan tidak membatalkan puasa. Bisa dengan beribadah di masjid atau mencari kesibukan lain yang bermanfaat bagi siapa saja. Salah satunya dilakukan oleh beberapa remaja dan siswa dengan mendatangi Pasar Loak Kompleks Shopping Centre Salatiga.

Lokasi pasar loak yang berada di dalam pasar jarang diketahui oleh para pendatang. Tetapi, bagi warga asli Salatiga, tempat berbagai macam barang bekas itu sudah tidak asing lagi. Mulai dari buku bacaan dan pelajaran bekas, kaset bekas, hingga peralatan elektronik, terdapat di tempat itu.

Bagi sebagian remaja muslim dan orang dewasa, pasar loak yang ramai mulai pukul 10.00 hingga 16.00 itu, bisa dijadikan tempat ngabuburit yang menyenangkan. Ada yang ingin mencari buku pelajaran bekas dengan harga relatif murah dan buku bacaan bekas lainnya. Ada pula yang mencari barang bekas untuk koleksi atau untuk mencari onderdil yang sudah tidak bisa didapatkan lagi di toko.

Titik (21), seorang mahasiswi mengungkapkan, setelah shalat dhuhur dirinya sering pergi ke pasar loak untuk mencari buku bekas, terutama di bulan Ramadan ini. Itu dilakukannya jika siang hingga sore tidak ada kuliah. ''Sembari menunggu waktu berbuka digunakan untuk mencari buku bekas yang harganya sangat murah,'' paparnya.

Buku yang dicarinya bermacam-macam, tergantung yang ditemukan hari itu. Sebab, buku bekas di pasar loak jumlahnya banyak dan bertumpuk. ''Kadang ketika membongkar tumpukan kita mendapatkan buku yang menarik. Kalau harganya cocok bisa dibeli,'' ujar mahasiswa semester akhir itu.

Mencari buku bekas juga dilakukan oleh Rohadi (35), seorang guru SMP. Setiap pulang mengajar setelah waktu dhuhur dirinya sengaja lewat pasar loak sebelum ke terminal angkutan kota. Sambil melewati tempat itu dia melihat-lihat buku yang dipajang.

Cuci Mata

''Kadang sambil melihat-lihat tidak terasa hari sudah sore, pas kalau pulang waktunya telah mendekati berbuka puasa,'' kata bapak dua anak itu.

Parni (45), penjual buku bekas menyatakan, sejak beberapa hari ini banyak calon pembeli yang mencari buku bekas Islami. Ada Kisah Rasul, Tuhan, dan lainnya. Harganya juga sangat murah, tergantung tawar-menawar.

Hal yang sama juga dilakukan Wawan (19), seorang pemuda yang biasa mengoleksi barang bekas. Warga Kecamatan Sidomukti itu mengungkapkan, jika ada waktu luang dirinya memang senang pergi ke tempat itu, apalagi pada bulan puasa. Hal itu sudah sering dilakukannya sejak masih sekolah di SMP. ''Kalau datang ke sini bisa sambil cuci mata,'' kata dia.

Untuk mendapatkan sebuah barang bekas tidak bisa direncanakan. Asalkan datang ke tempat itu, Wawan mengaku sering membawa pulang suatu barang dengan harga murah. Sebuah mobil mainan bekas tanpa remote bisa dibelinya dengan harga Rp 5.000. ''Padahal, mobil ini saya kira tidak rusak, hanya remotenya saja yang sudah tidak ada,'' ujar Wawan sambil menunjukkan mobil yang dibelinya. (Surya Yuli P-37)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA