logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 30 September 2006 SEMARANG
Line

Sopir Bus Sepakat Damai

  • Dua Tersangka Pemukulan Dibebaskan

AMBARAWA - Buntut kasus pemukulan yang dilakukan sopir bus mini engkel Puri Kencana, Margono (37), dan kernet Budiono (26), terhadap sopir bus Minas, Sugiyo (40), yang terjadi Rabu (27/9) akhirnya berujung damai.

Kamis (28/9) sore, kedua pihak bertemu di Polsek Ambarawa. Kapolsek Ambarawa AKP Tumanggor yang menjadi mediator damai menyambut baik kesepakatan tersebut.

Saat itu korban Sugiyo ditemani Kepala Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, Mimin Triwidiyati. Diketahui, korban adalah paman Kades wanita ini. ''Kami tidak menuntut apa-apa. Setelah semua tahu dan sadar bahwa mereka adalah teman seprofesi akhirnya jalan damai dirasa lebih baik,'' kata Mimin, kemarin.

Menurut dia, hal itu terjadi karena emosi sesaat di jalanan. ''Kalau berlarut-larut kasihan dia, hidup dengan membiayai dua anak. Saya tegaskan, kesepakatan ini benar-benar dihormati,'' ucapnya.

Kapolsek membenarkan bahwa kedua belah pihak saling meminta maaf atas kejadian tersebut. Menurutnya, tidak ada tuntutan Rp 5 juta seperti yang disebut-sebut sebelumnya. ''Kasus ini bisa diselesaikan dengan damai. Saya berharap, kedua pihak tidak ada yang mengingkari kesepakatan. Jika mengingkari bisa ditanggung sendiri,'' tegas Tumanggor, kemarin. Atas kesepakatan damai tersebut dua tersangka Margono dan Budiono akhirnya dikeluarkan dari tahanan.

Sementara itu, Sarwono, ketua paguyuban bus mini engkel jurusan Ambarawa-Semarang, sejak Rabu (27/9) sudah berniat untuk damai. Dia meminta puluhan bus yang hendak mendatangi Mapolsek Ambarawa diurungkan. Namun pada Rabu pukul 10.45 puluhan pengemudi dan kernet bus mini tersebut mendatangi Polsek untuk meminta Margono dan Budiono dikeluarkan dari tahanan.

Percekcokan

Seperti diberitakan, kasus pemukulan tersebut diawali dengan percekcokan mulut antara pelaku dan korban di Jembatan Wonoboyo, Tegalpanas, Bergas pada Rabu (27/9) pukul 06.30. Puluhan awak bus tersebut mengklaim bahwa kesalahan kali pertama dilakukan oleh korban.

''Saat di lokasi yakni sebelum Jembatan Tegalpanas, bus saya tiba-tiba dikepot bus milik Giyo. Bus yang saya kendarai terpaksa keluar dari badan jalan. Jika rem kendaraan saya tidak berfungsi baik maka bus saya sudah masuk sungai,'' papar Margono, sopir bus Puri Kencana, warga Babadan, Ungaran, di Polsek Ambarawa, kemarin.

Tidak sekadar umpatan, kejengkelan Margono berlanjut hingga Terminal Ambarawa. Sesampai di terminal itu dia melihat korban mengambil batu. ''Sebelum melakukan pelemparan, dia saya pukul tapi tidak kena. Lalu adik saya (kernet, Budiono) memukul sekali dari belakang dan mengenai wajah korban. Giyo hanya mengalami luka memar sedikit di mulut,'' tandas Margono. (H14-16v)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA