logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 30 September 2006 SEMARANG
Line

Tiga Rumah Ludes Terbakar

  • 13 Orang Kehilangan Tempat Tinggal

KENDAL - Sebanyak 13 anggota keluarga kehilangan tempat tinggal, setelah tiga rumah yang mereka huni ludes dalam peristiwa kebakaran di Dukuh Pegandon Tengah RT 2 RW 2, Desa/Kecamatan Pegandon, Kendal, Jumat (29/9) pagi. Hingga kemarin siang, mereka kebingungan mencari tempat tinggal sementara bagi keluarganya.

Tiga rumah yang terbakar itu berada saling berimpitan (seluruhnya menghadap ke utara-Red). Masing-masing dihuni Siti Baizah (22) bersama paman-bibinya yaitu pasangan suami-istri Supriyandi (42) dan Sriwati (39) dengan seorang anaknya, Maskon (50) bersama istri dan tiga anaknya (Maskon mengontrak rumah milik Nurhadi (49) warga dukuh sama) serta Abdul Wachid (32) bersama istri dengan dua anaknya.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa yang terjadi sekitar pukul 09.05 itu. Kerugian materi akibat ludesnya tiga rumah papan kayu berukuran rata-rata 5 x 15 meter, bersama sebagian perkakas di dalamnya diperkirakan mencapai Rp 23 juta. Belum diketahui persis asal mula percikan api.

''Sumber percikan api diduga berasal dari hubungan arus pendek listrik di atap bagian dapur rumah yang dihuni Maskon dan keluarganya. Dalam waktu cepat, api berkobar besar serta merembet pada dua rumah yang terletak di kiri dan kanan rumah Maskon,'' kata Kapolres Kendal AKBP Drs H Zainal Arifin Paliwang SH MHum melalui Kapolsek Pegandon AKP B Suprihatin, kemarin.

Percikan api diketahui kali pertama oleh Puji Egawati (35) yang rumahnya terletak persis di sisi barat rumah Siti Baizah. Ketika musibah terjadi, tiga rumah tersebut dalam keadaan kosong karena ditinggal pergi penghuninya.

Warga Panik

''Saat musibah terjadi, saya sedang bekerja sebagai pengemudi angkudes trayek Pegandon-Kendal-Mangkang Semarang. Istri berdagang di Pasar Pegandon dan dua anak bersekolah. Ketika tiba rumah bagian belakang berbahan kayu campuran telah ludes rata dengan tanah. Sebagian besar barang di dalamnya tidak sempat diselamatkan,'' ungkap Abdul Wachid sembari berulang-kali mengusap air matanya.

Peristiwa kebakaran sempat menimbulkan kepanikan puluhan warga di sekitar lokasi kejadian. Para pemilik rumah yang berdekatan dengan lokasi kebakaran sudah berjaga-jaga dengan mengeluarkan barang-barang berharga dari dalam rumahnya.

''Percikan api diketahui oleh Puji Egawati saat berniat mandi di belakang rumahnya. Dia melihat percikan muncul dari atap dapur rumah Maskon dibarengi bau menyengat plastik terbakar. Dia pun berteriak-teriak memberitahu warga. Puluhan warga berdatangan untuk melakukan pemadaman. Sebagian warga di sekitar lokasi kebakaran merasa sangat khawatir kobaran akan merembet ke rumahnya. Api yang sulit dipadamkan dengan cepat melalap tiga rumah warga,'' ujar Kades Pegandon Aminudin.

Sekitar pukul 09.30, dua mobil pemadam kebakaran DPU Pemkab tiba di lokasi. Api berhasil dipadamkan dalam waktu relatif cepat dan urung merembet ke rumah warga lainnya.'' (G15-16v)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA