| Sabtu, 30 September 2006 | SEMARANG |
Penunjuk Arah dari Kardus Bingungkan Pengguna JalanSEMARANG - Rambu penunjuk arah jalan dari kardus di Jalan Ronggowarsito, perempatan Jalan Pengapon-Tawang, sering membingungkan para pengguna jalan di kawasan itu. Pasalnya, jika malam hari rambu yang ditulis tangan tersebut tidak jelas terbaca. Sarjono (40), tukang becak yang biasa mangkal di sana mengatakan, penunjuk arah itu sekitar dua bulan ini terpasang. Menurutnya, pemasangan penunjuk arah itu bersamaan dengan traffic light di kawasan tersebut yang kembali berfungsi. ''Setahu saya, rambu penunjuk arah itu ditempelkan di sana setelah lampu bangjo tersebut kembali berfungsi. Dahulu, yang di sana sudah lama mati, mungkin sekitar tiga tahun,'' ungkapnya, Jumat (29/9). Mengenai siapa pemasang penunjuk arah itu, dia mengaku tidak tahu persis. ''Yang saya tahu, rambu itu sudah ada di sana,'' ujarnya. Bagus, warga, menuturkan, pemasangan penunjuk arah itu dapat memberi tahu pengguna jalan yang melintas di Jalan Ronggowarsito. Yaitu belok ke kanan tidak harus mengikuti rambu-rambu yang terdapat di sana. ''Seharusnya penunjuk arah yang ditempelkan di rambu itu terbuat dari seng, sama seperti rambu-rambu lain yang terdapat di beberapa lokasi di Semarang.'' Munir (24), salah seorang pengguna jalan, menuturkan, kali pertama dirinya bingung. Yaitu saat berbelok ke kanan menuju ke Jalan Pengapon dari Ronggowarsito. Saat itu, dirinya tidak melihat adanya rambu yang dipasang di sana. ''Bila siang hari saja tidak terlihat dengan jelas, bagaimana pada malam hari? Pasti banyak pengguna jalan yang tidak mengetahui adanya penunjuk arah itu.'' (ric-56j) |