logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 30 September 2006 SEMARANG
Line

Rencana Bacok Sopir Gagal, Keburu Ditangkap Polisi

GAYAMSARI - Arif Apriliasandi (19), warga Desa Kebonarum Selatan, Kecamatan Mranggen, Demak ditangkap petugas Unit Reskrim Polsek Sidodadi dalam operasi penyakit masyarakat (pekat), Jumat (29/9) dini hari.

Pemuda itu diduga hendak membahayakan orang karena sengaja membawa sebilah celurit ketika berada di sekitar palang pintu KA Jl Kaligawe.

Polisi juga mengamankan celurit tersebut dan membawa tersangka ke Mapolsek Sidodadi untuk diperiksa secara intensif. Dari pengakuan tersangka, ada seorang tersangka lain yang kini masih buron.

Selama penanganan polisi, Arif menunjukkan seolah-olah dia stres. Jidatnya tampak lebam karena dia bentur-benturkan sendiri ke tembok tahanan. Beberapa kali dia melakukan zikir dalam posisi seperti orang sedang shalat.

''Aku ini hamba Tuhan. Aku ini keamanan sejati. Justru aku ini tentara Allah yang mengamankan Kota (Semarang-Red) ini. Kalau ada yang macem-macem, akan saya basmi,'' demikian Arif, ngoceh sembari matanya terpejam dengan telunjuk tangan kanan diacungkan ke langit.

Arif Mengaku menjadi murid Raji, salah seorang tersangka kasus pengeroyokan yang tahun lalu ditangani Polsek Sidodadi. Raji dikenal sebagai salah satu tokoh dalam upacara ritual. Bila bersembahyang, selalu diiringi dengan meminum beberapa butir pil dextromitorphan (obat batuk).

Tersangka juga mengaku membawa celurit yang akan digunakan untuk membacok seorang sopir angkot di Jl Kaligawe. Dia diajak oleh temannya, Hendra, yang kini masih buron. Sopir itu akan dibacok karena telah menghina Hendra.

Kapolsek Sidodadi Iptu Alfian Nurrizal mengemukakan, penangkapan itu dilakukan berkat laporan dari masyarakat. Dia akan menjerat tersangka dengan UU Darurat No 12 Tahun 1951. (G5-56n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA