logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 30 September 2006 KEDU & DIY
Line

Tadarus untuk Bangkit dari Keterpurukan

Bulan Ramadan bulan keberkahan Allah mengunjungimu dengan menurunkan rahmat. Menghapus dosa dan mengabulkan doa. SEPENGGAL makna sebuah hadist Rasulullah SAW itu diyakini Jamal, salah seorang penghuni Lembaga Pemasyarakatan (LP) Magelang, siapa pun yang berpuasa sebulan penuh di bulan Ramadan akan mendapat ampunan dari Allah.

Keyakinannya itu tampak terpancar di wajahnya. Maklum, sebelum bulan Puasa dia resah karena terlilit dosa. Salah satu dosa yang disesalinya adalah perbuatan melanggar hukum beberapa waktu lalu sehingga mengubah statusnya menjadi napi.

Namun status itu tak menjadi halangan bagi dia untuk bangkit dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT, dengan harapan dosa-dosanya diampuni. Apalagi di bulan Puasa seperti sekarang, hampir aktivitasnya di dalam LP dihabiskan untuk mengaji dan shalat. Mungkin bulan Puasa di LP ini yang terakhir, karena lima bulan lagi dia bebas dari hukuman 18 bulan.

Selesai Shalat

Seperti layaknya santri, Jamal pun bertadarus Alquran. Itu dilakukannya setiap selesai shalat jamaah di Masjid LP. Suaranya tergolong merdu.

Ternyata tidak hanya itu kehebatannya. Setiap sore dia juga membaca kitab kuning, antara lain Tafsir Jalalain dan Dzurratun Al-Nasihin. Meskipun tak sehebat para kiai atau santri di Pondok Salaf, dia ternyata mampu membaca kitab kuning dan memahami artinya.

"Kalau membaca kitab kuning kadang-kadang. Kalau membaca Alquran selama Ramadan, saya targetkan khatam empat kali. Itu di luar tadarus bersama-sama di masjid tiap malam," kata bapak tiga anak itu.

Siapa sebenarnya Jamal, yang sepertinya sangat paham tentang ilmu agama itu? Ternyata dia pernah mondok di Jember 21 bulan. Setelah itu mondok lagi di Banyuwangi selama empat tahun. Wajar, jika pengetahuan agamanya paling menonjol dibandingkan dengan penghuni LP lain. (Sholahuddin-66)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA