logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 30 September 2006 KEDU & DIY
Line

Ada Indikasi Impor Beras

PURWOREJO - Ketua Divisi Kebijakan Publik dan Intermediasi Perhimpunan Petani Nelayan Sejahtera (PPNSI) Jawa Tengah Ir H Ngadianto MM mengaku mendapat informasi dari sumber yang akurat bahwa telah terjadi pembongkaran 30.000 ton beras impor via Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Berdasarkan data yang dia miliki, saat ini setidaknya sudah ada sekitar 150.000 ton beras yang masuk ke Indonesia.

Jadi, di sela-sela ramainya pemberitaan tentang penolakan impor beras oleh Perum Bulog dan pemerintah, ternyata diindikasikan sudah terjadi impor beras ke negeri ini. Hal itu, menurut dugaan dia, dilakukan oleh perusahaan dan orang-orang tertentu secara ilegal. ''Sebuah sumber yang tidak mau disebutkan namanya memberikan data yang layak dipercaya bahwa telah terjadi impor beras ilegal,'' jelasnya, kemarin.

Dia juga menyebutkan, sekitar seminggu yang lalu di wilayah Banyumas juga sudah ada indikasi peredaran beras impor.

Sisa Hajatan

Namun kemudian berita itu dibantah oleh dinas terkait di Banyumas dan Cilacap yang mengatakan bahwa beras tersebut adalah beras sisa hajatan.

Tahu ada jawaban seperti itu dia menilai hal itu merupakan pernyataan dagelan yang dilontarkan oleh pejabat publik. Sementara itu, kalau dugaan adanya pembongkaran beras di Tanjung Emas Semarang betul terjadi, menurut Ngadianto, Pemprov Jateng telah betul-betul kecolongan. Sebab, lanjutnya, dari gubernur sampai bupati di tiap-tiap kabupaten telah menyatakan bahwa Jateng surplus beras.

Bahkan data yang dia peroleh dari kantor Ketahanan Pangan Jawa Tengah menyatakan bahwa stok beras September 2006 adalah stok beras terbesar dalam lima tahun terakhir.

Dinyatakan pula, beras impor tidak mungkin masuk Jateng. Namun kalau benar sudah ada beras impor yang masuk, menurut dia, yang paling beruntung adalah para penyelundup beras impor.

Atas dugaan seperti itu dia mengatakan, yang menjadi PR Pemprov Jateng adalah mencari informasi dan mengecek silang data tersebut.

Kalau benar, dia harapkan segera diinformasikan kepada publik. Minimal perusahaan mana yang mengimpor, siapa saja, jumlahnya berapa, kapan masuknya, dan untuk alokasi daerah mana. (yon-39n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA