logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 30 September 2006 KEDU & DIY
Line

PDI-P Yogya Tetap Calonkan Megawati

YOGYAKARTA -Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Provinsi DIY, tetap konsisten mencalonkan Hj Megawati Soekarnoputri sebagai satu-satunya calon presiden mendatang. Putri proklatamor ini, merupakan harga mati yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Pernyataan itu dikemukakan Ketua DPD PDI-P DIY, Djuwarto dalam percakapan dengan wartawan di Yogyakarta Jumat kemarin.

Menurutnya, saat ini tidak ada kader PDI-P lain yang layak diusung sebagai calon presiden. ''Megawati masih mempunyai karisma yang mampu menarik suara dari rakyat,'' paparnya.

Hanya saja, pihaknya masih perlu belajar atas kegagalan dalam pemilihan presiden beberapa waktu silam. Kelemahan-kelemahan yang ada harus segera diperbaiki, sehingga dalam pemilihan presiden mendatang calon yang diusung bisa meraih suara mayoritas.

Meski saat ini belum masanya pencalonan presiden, tambah Djuwarto, aspirasi warga PDI-P di Yogyakarta tetap menginginkan nama Megawati Soekarnoputri sebagai satu-satunya calon. Apalagi, nama Megawati hingga saat ini belum ada yang bisa menggeser popularitasnya.

Namun untuk bisa memenangi pilpres mendatang, PDI-P mestinya lebih bisa menata diri berdasarkan kekalahan sebelumnya. PDI-P, jelas Djuwarto yang juga sebagai Ketua DPRD DIY, harus bisa menemukan kelemahan yang menyebabkan perolehan suara Megawati masih di bawah kandidat lainnya.

Selain itu, tambah alumnus UGM itu, partai itu harus bisa menunjukkan diri sebagai partai yang betul-betul berpihak pada rakyat dengan mengedepankan konsep dan program nyata.

Salah satu kelemahan yang membuat kalah dalam pilpres kemarin, kata dia, adalah kurangnya jaringan hingga ke seluruh daerah. Mumpung sekarang masih ada kesempatan, kelemahan itu harus dibenahi kalau perlu sudah mulai dibangun jaringan hingga ke daerah-daerah. (sgt-39)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA