| Sabtu, 30 September 2006 | KEDU & DIY |
Gembiraloka Berhenti Tangkar KomodoYOGYAKARTA -Kebun Raya dan Kebun Binatang (KRKB) Gembiraloka, Yogyakarta, yang selama ini dikenal sebagai penakar binatang Komodo atau jenis binatang langka di dunia cukup sukses dan berhasil, terpaksa menghentikan penangkaran binatang tersebut. Penghentian penangkaran binatang langka ini, karena sekarang sudah tidak ada lagi pertukaran antara kebun binatang baik yang ada di dalam negeri maupun luar negeri. Kondisi demikian ini, akhirnya Gembiraloka sebagai kebun binatang terbesar di Jateng dan DIY langsung menghentikan penangkaran. ''Kami sudah cukup banyak memiliki Komodo, saya pikir itu sudah cukup,'' kata KMT A Tirtodiprodjo, Direktur Kebun Raya dan Kebun Binatang Gembiraloka menjawab pertanyaan wartawan di ruang kerjanya, Jumat (29/9). Padahal, tambah Pak Djoko, panggilan akrab KMT Tirtodiprodjo, penangkaran binatang jenis Komodo itu biayanya cukup besar. Belum lagi biaya perawatan dan lainnya, untuk Komodo yang masih kecil minimal dibutuhkan daging sedikitnya 2 sampai 3 kilogram per hari. Ini baru Komodo yang masih kecil, belum lagi Komodo yang sudah besar. Belum lagi biaya perawatan mulai dari kecil hingga dewasa, tentunya dibutuhkan dana yang cukup besar. Sampai saat ini, kata dia, Gembiraloka sedikitnya sudah memiliki sekitar 20 Komodo. Binatang langka yang sudah cukup besar, sudah ditempatkan di tempat-tempat penampungan dekat dengan kandang Ular dan Siamang atau di sebelah selatan kandang Onta. Sementara Komodo yang masih kecil-kecil, berada di Klinik Satwa yang ada di sebelah Utara. Tempat ini sebagai tempat perawatan binatang yang sedang sakit sekaligus sebagai tempat untuk penangkaran Komodo. Sebenarnya bukan masalah biaya penangkaran, tetapi kalau sudah terlalu banyak sementara tidak bisa ditukar dengan yang lain lalu buat apa memiliki Komodo yang jumlahnya banyak. Sebab, katanya, pertukaran binatang antar kebun binatang juga sudah dilarang. Sementara selama penangkaran sama sekali tidak ada bantuan dari pemerintah, termasuk binatang yang lain. Padahal, biaya perawatan binatang cukup mahal dan rumit. Sehingga pihak Gembiraloka memilih berhenti melakukan penangkaran binatang. (sgt-39) |