| Sabtu, 30 September 2006 | EKONOMI |
GE Tingkatkan Investasi di IndonesiaJAKARTA-Presiden Direktur General Electric (GE) International Jeffrey R Immelt mengatakan tertarik untuk terus meningkatkan investasinya di Indonesia di sektor keuangan, energi dan riil. "Kita akan melanjutkan usaha di 'consumer finance'. Kami optimis terhadap negeri ini. Ini pertemuan yang baik dengan presiden untuk melihat masa depan," kata Jeffrey usai bertemu dengan presiden Susilo Bambang Yudhoyono di kantor presiden Jakarta, Jumat. Selain sektor keuangan, Jeffrey mengatakan akan mengembangkan investasinya di sektor energi, baik pertambangan minyak dan gas bumi serta pembangkit tenaga listrik serta sektor riil. Sementara itu, Menko Perekonomian Boediono yang ikut mendampingi Jeffrey bertemu presiden mengatakan GE sangat berminat menambah investasinya di Indonesia seperti di sektor manufaktur pembangkit tenaga listrik. "Kita kasih pandangan bahwa kita butuh manufaktur, karena GE ada keunggulan teknologi. Ini masih tahap awal kita belum tahu kongkritnya," katanya. GE katanya, akan menanamkan modalnya di "manufaktur power plant", jadi bukan jual beli saja tetapi juga ke produksinya. Menurut Boediono, kehadiran orang nomor satu di GE itu menunjukkan minat investasi yang besar di Indonesia. "Kita harapkan lebih jauh lagi ada follow up. Mereka akan buat proposal ke presiden," katanya. Industri Lokomotif Menteri Perhubungan Hatta Rajasa menambahkan setelah sempat keluar karena iklim yang tak kondusif, GE akan kembali membuat lokomotif di Indonesia. Kali ini menggandeng PT INKA. Dalam kerja sama ini, GE akan menyediakan teknologi, sementara pembuatannya akan dilaksanakan di INKA. Hal tersebut disampaikan Hatta Rajasa usai mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menerima Jeffrey R Immelt di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (29/9). "Memang GE akan meningkatkan investasinya untuk membangun lokomotif di PT INKA. Ini ada skema yang sangat bagus kerja sama antara GE dengan INKA," jelas Hatta. BUMN lainnya yakni PT Barata juga akan men support dengan membangun boogie frame dan casting. "Tidak hanya untuk pasar domestik, tapi juga bisa dikembangkan ekspor," ungkap Hatta. Menurut Hatta, pembuatan lokomotif di INKA dengan teknologi GE saat ini sudah berjalan. Hanya saja, komponen lokal yang digunakan masih sangat minim, yakni hanya 15 persen. "Secara bertahap akan dinaikkan. Kalau nanti sudah sampai pada tingkatan lisence and assembling, kita sudah bisa sampai 30% untuk lokal content." (ant-59) |