| Sabtu, 30 September 2006 | EKONOMI |
Harga BBM Industri Turun hingga 15%JAKARTA- Untuk kedua kalinya setelah bulan September, harga BBM industri Oktober 2006 kembali turun. Penurunannya berkisar antara 4 hingga 15 persen. Harga BBM industri yang mulai berlaku 1 Oktober 2006 adalah premium industri turun menjadi Rp 5.393 per liter, dibanding harga sebelumnya Rp 6.359 per liter. Solar turun menjadi Rp 5.968 per liter dari harga sebelumnya Rp 6.576 per liter. Minyak tanah turun menjadi Rp 6.039 per liter dari harga sebelumnya Rp 6.486 per liter. Minyak bakar turun menjadi Rp 3.245 per liter dari harga sebelumnya Rp 3.759 per liter. Minyak diesel turun menjadi Rp 5.797 per liter dari harga sebelumnya Rp 6.040 per liter. Kepala Divisi BBM Pertamina, Djaelani Sutomo, mengatakan, penurunan harga BBM industri karena terkait dengan turunnya harga minyak di pasar dunia yang menyusut sekitar 1-2 persen. Namun penurunan harga tersebut diyakini tidak akan mempengaruhi tingkat konsumsi BBM. Kebutuhan BBM industri tetap konstan meski ada kenaikan harga. Selain itu, PT Pertamina kembali menurunkan harga produk Bahan Bakar Khusus (BBK) yakni Pertamax, Pertamax Plus dan Pertamina DEX sebesar Rp 100 mulai 1 Oktober. Keputusan itu tertuang dalam SK Direktur Pemasaran & Niaga No Kpts-551/F00000/2006-S0 tanggal 28 September 2006. Dengan demikian, harga Pertamax plus untuk wilayah Batam menjadi Rp 5.100, UPms I Rp 5.600, Jawa dan Bali Rp 5.450 dan UPms VI Rp 5.600. Sementara untuk harga Pertamax di UPms I dan II Rp 5.400, Jawa dan Bali Rp 5.250, UPms VI Rp 5.400 dan UPms VII Rp 5.500. Pertamina DEX menjadi Rp 5.900 untuk UPms II dan Rp 5.450 untuk Batam. Sedangkan harga BBK di 8 SPBU yang berdekatan dengan pesaing Pertamina, diberlakukan diskon khusus sehingga harga jual Pertamax Plus menjadi Rp 5.400 per liter dan Pertamax Rp 5.200 per liter.(dtc-59) |