| Sabtu, 30 September 2006 | BANYUMAS |
Calon Penumpang KA Membeludak
PURWOKERTO- Sejak tiga hari terakhir, ratusan calon penumpang kereta memadati loket pembelian tiket kelas eksekutif dan bisnis di stasiun Purwokerto. Namun ratusan orang yang antre sejak pukul 21.00 terpaksa gigit jari, karena tak kebagian tiket arus balik ke Jakarta. Antrean di depan loket penjualan tiket untuk keberangkatan 30 hari ke depan, terhitung mulai 26 Oktober lalu sudah padat. Tak sedikit di antara mereka yang sejak malam "menguasai" bagian depan loket adalah tukang antre bayaran. Ada juga yang diduga sengaja antre sejak malam untuk membeli tiket, guna dijual kembali dengan harga lebih tinggi. Banyaknya tukang antre bayaran dan pembeli tiket yang diduga calo itu, membuat calon penumpang sesungguhnya tak kebagian tiket. Sebab begitu loket dibuka pukul 07.00, hanya dalam waktu sekitar 30 menit, tiket untuk tujuan Jakarta langsung habis. "Saya antre sejak pukul 05.00. Namun belum sampai setengah jalan, tiket tujuan Jakarta untuk KA Purwojaya reguler yang berangkat 29 Oktober sudah habis," tutur seorang ibu asal Purwokerto. Demikian juga lelaki yang mengaku bernama Yatno (50), dari Kober yang akan beli tiket KA Purwojaya untuk anaknya tak kebagian, meski sudah ikut antre. Namun karena anaknya yang mudik itu harus balik ke Jakarta pada 29 Oktober, dia berusaha mencari tiket. Setelah berkeliling di halaman depan stasiun, dia ditawari tiket KA Purwojaya kelas bisnis oleh seseorang. Orang itu menawarkan dua tiket kelas bisnis dengan harga Rp 130.000/tiket. Harga resmi untuk KA Purwojaya kelas bisnis tujuan Purwokerto-Gambir pada arus balik adalah Rp 90.000. Tukang Antre Seorang pria bernama Supri (60), yang sudah berkecimpung di stasiun puluhan tahun mengaku sejak 26 September lalu, dirinya bekerja sebagai tukang antre bayaran. "Kalau ada orang mau beli tiket, saya yang mengantrekan. Mulai pukul 21.00, saya sudah berada di depan loket. Untuk tiket kelas bisnis, ongkos antre Rp 20.000/tiket. Kalau kelas eksekutif minimal Rp 30.000/tiket," urainya. Kepala Stasiun Purwokerto Slamet Sriyanto yang dihubungi kemarin membenarkan bila sejak 26 September lalu, antrean calon penumpang sangat banyak. Sejak malam hingga pagi, berjumlah ratusan orang dalam dua lajur dengan panjang antrean hingga ke halaman parkir. Dia menyebutkan, tak semua orang yang datang saat itu juga bisa mendapatkan tiket. Sebab, tiket yang dilayani secara online itu tak hanya dibuka di stasiun Purwokerto. Loket dibuka mulai pukul 07.00. Di loket online lainnya pun bersamaan, sehingga tiket yang disediakan dibeli oleh calon penumpang di seluruh Indonesia. Slamet tak mengelak, bila di antara ratusan orang yang antre adalah pengantre bayaran dan orang yang membeli tiket untuk dijual kembali. Namun, pihaknya tidak bisa melarang mereka. Sebab, secara resmi tak ada aturan hukum yang mengaturnya. (G23-42s) |