| Sabtu, 30 September 2006 | BANYUMAS |
Cilacap Bebas Daging GlonggonganCILACAP - Kabupaten Cilacap sampai sekarang dipastikan masih terbebas dari daging glonggongan. Hal tersebut dipastikan setelah Dinas Pertanian dan Peternakan (Dipertan) Kabupaten Cilacap melakukan pemantauan sejak awal Ramadan, kemarin. "Sampai hari ini, kami belum menemukan peredaran daging glonggongan. Jadi, Cilacap masih bebas dari daging itu," kata Kepala Dipertan Cilacap Anton Santosa, kemarin. Dia mengatakan, sejak awal puasa Dipertan mengerahkan stafnya untuk memantau pasar untuk memastikan ada tidaknya daging glonggongan. Langkah itu diambil setelah muncul isu bahwa daging tersebut juga dijual di Cilacap. "Semua pasar kami pantau, termasuk yang ada di wilayah barat dan timur. Hasilnya, kami tidak menemukan daging seperti ini," ujarnya. Selain melakukan pemantauan ke pasar-pasar, semua rumah pemotogang hewan (RPH) juga ikut diawasi. Dari 10 RPH yang ada di wilayah Cilacap, tidak ditemukan daging seperti itu. Lebih lanjut dikatakan, meski sampai sekarang belum ada temuan daging glonggongan, namun pantauan pasar tetap akan dilakukan. Semua pasar dan RPH akan terus menjadi objek perhatian agar tidak terjadi pemotongan/penjualan daging tersebut. "Untuk pemantauan terhadap pedagang, kami fokuskan kepada para penjual daging dari luar Cilacap. Kami yakin penjual daging dari Cilacap tidak menjual daging glonggongan karena pengawasan sudah dilakukan sejak di RPH ," tandasnya. Salah satu cara yang dijalankan oleh Dipertan adalah dengan memanfaatkan pedagang daging lokal sebagai informan. Artinya, begitu pedagang melihat daging glonggongan di pasaran, mereka diminta segera melapor kepada petugas. "Selain menguntungkan kita, langkah ini juga menguntungkan pedagang. Sebab dengan begitu, tingkat kepercayaan pembeli kepada mereka akan tetap tinggi," katanya. Sementara itu, menurut Isem, seorang penjual daging sapi di Pasar Sidodadi, Cilacap, belum ada pedagang yang menjual daging tersebut. "Semua yang dijual daging sapi biasa, bukan daging glonggongan. Para pedagang di sini tidak ada yang menipu, semuanya menjual daging biasa," katanya. Lebih lanjut dia mengatakan, selain tidak pernah melakukannya, jika ada kesempatan pun para pedagang akal berpikir ulang untuk menjual daging tersebut. Sebab, taruhannya adalah nama baiknya di mata pelanggan.(G21-55n) |