logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 30 September 2006 BANYUMAS
Line

Ladang di Bukit Selok Adipala Terbakar

  • Diduga akibat Petasan atau Rokok

CILACAP- Sekitar dua hektare ladang yang terletak di perbukitan Selok Blok I, yang menjadi tempat pengungsian saat terjadi tsunami Juli lalu, terbakar.

Penyebab kebakaran lahan yang masuk dalam wilayah Desa Kedungbenda, Kecamatan Adipala, itu belum diketahui secara pasti. Kebakaran terjadi pada Kamis (28/9) malam.

Namun dari keterangan yang berhasil dikumpulkan Suara Merdeka, diduga kebakaran disebabkan oleh percikan api akibat letusan petasan.

"Menjelang Kamis petang, saya mendengar tiga kali bunyi petasan. Kemudian api mulai terlihat membakar alang-alang sekitar ladang yang terletak di atas bukit," kata Sahyudi, ketua RT 2 RW 1 Karang Benda, Adipala, yang juga saksi mata kebakaran, ketika dihubungi Jumat (29/9).

Dia menyebutkan, tak lama setelah api menyala, langsung membakar alang-alang yang berada di wilayah berdekatan. Begitu api makin membesar, Sahyudi segera memberitahu warga dan pihak kelurahan. Setelah itu, orang-orang mulai naik ke perbukitan untuk mencoba memadamkannya. Langkah ini juga dilakukan agar api tidak merembet ke wilayah lain.

"Orang-orang yang naik berusaha memadamkan api dengan air seadanya. Ada juga yang memadamkannya menggunakan kayu dengan cara dipukul-pukulkan," urainya.

Satu Jam

Setelah berusaha memadamkan secara bekerja sama selama lebih dari satu jam, api akhirnya berhasil dipadamkan. Warga juga berusaha melokalisasi api agar tidak menjalar ke tempat lain. "Dengan cara ini, api padam dan tidak menyebar ke wilayah lebih luas," ujar Sahyudi.

Keterangan yang berhasil dikumpulkan juga menyebutkan, ladang yang terbakar merupakan milik Perhutani, meski pada kenyataannya dikelola oleh penduduk. Masyarakat menanami lahan tersebut dengan tanaman pisang dan singkong. Beberapa lainnya juga menanaminya dengan kayu-kayuan.

Camat Adipala,Warsidi, ketika dihubungi membenarkan terjadinya kebakaran di ladang di Bukit Selok. Menurut Warsidi, kebakaran itu cepat melebar.

Ketika dimintai konfirmasi apakah penyebabnya memang ledakan petasan, Camat Adipala meragukannya. "Tempatnya tinggi, masa ada anak yang bermain petasan di sana? Kayaknya penyebabnya bukan petasan," tandas Warsidi.

Banyak orang yang meyakini kebakaran semak justru disebabkan oleh putung rokok. Meski sepi, kata dia, tidak tertutup kemungkinan ada orang yang naik ke Bukit Selok untuk kepentingan tertentu.(G21-36s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA