logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 28 September 2006 WACANA
Line

Surat Pembaca

Soal Dosen Unisbank

Unisbank Semarang mengucapkan terima kasih kepada Sdr Suprihono Setyawan SKom (alumnus) yang lewat surat pembaca mengingatkan kami agar lebih teliti memilih calon dosen/ karyawan tetap. Suratnya itu terkait seorang dosen yang diindikasikan terlibat jaringan terorisme.

Kami informasikan, prosedur penerimaan dosen tetap (termasuk karyawan tetap) sudah diatur oleh Peraturan Pokok Pokok Ketenagakerjaan. Antara lain calon dosen punya IPK > 3,00, berkelakuan baik, lulus tes psikologi, lulus wawancara dengan pimpinan fakultas, universitas dan yayasan.

Setelah dinyatakan diterima, dia harus menjalani masa percobaan selama 6 bulan. Setelah dievaluasi pimpinan fakultas/universitas dan dinyatakan layak, baru diangkat sebagai dosen tetap dengan SK yayasan. Dosen tersebut juga diminta membuat surat di atas materai tentangh kesanggupannya menaati segala peraturan dan ketentuan.

Jam kerja dosen/karyawan administrasi tetap tiap hari kerja pukul 07.30-13.00, kecuali Jumat sampai pukul 11.30. Aturan kedisiplinan dan tanggung jawab mereka juga diatur dalam Peraturan Pokok Pokok Ketenagakerjaan.

Humas Unisbank

Dr Heru Yulianto SE MM

***

Susahnya Ambil

Klaim Investasiku

Saya nasabah PT Asuransi Jiwa Jaminan 1962 punya 2 polis investasi khusus. Sesuai perjanjian jatuh tempo 1 tahun (Maret 2006), saya ajukan klaim tapi sejak pengurusan hingga sekarang belum juga ada hasilnya/belum cair. Saya sudah tanya berulang kali ke kantor Cabang Semarang, Tegal maupun langsung ke Jakarta.

Jawabannya hampir sama, bahwa perusahaan saat ini belum bisa/tidak mampu membayar. Malah saya disuruh sabar nunggu agar aset perusahaan terjual lebih dulu. Saya tanya langsung ke pimpinan di Jakarta, kapan klaim saya bisa dibayarkan tetapi tidak mau berbicara/memberi keputusan.

Dari segi pelayanan menyelesaikan hak para nasabah saja tidak mampu dengan alasan mau jual asetnya dulu, itu intern perusahaan. Tapi hak nasabah harus dibayar. Dulu mereka begitu mudah memberi janji ke calon nasabah, tetapi saat nau ambil haknya terasa dipersulit. Ingat saya jadi nasabah bukan bukan untuk memberi modal asuransi.

Bila pihak PT AJ Jaminan 1962 tidak segera menyelesaikan/mencairkan klaim saya maka saya akan menggunakan jalur hukum. Saya imbau masyarakat berhati-hati memilih asuransi agar pengalaman saya tidak terulang.

Dwi Nung Widiarto

Jl Ciliwung V/644, Semarang

***

" Sang Pemimpin "

Banyak seminar digelar tentang leadership, bagaimana menjadi pimpinan baik yang lebih mengutamakan kepentingan umat dari pada dirinya sendiri. Pertanyaannya, adakah pimpinan kita yang seperti itu. Tidak seperti Mbah Maridjan misalnya yang mungkin yang tak pernah seminar dan tak menyandang gelar akademik.

Tetapi perilaku dan tindakannya nyata menunjukkan suatu komitmen dan konsistensi pandangan hidup yang diyakini. Dia jadi bintang iklan, tidak lewat audisi tapi malah diminta karena kelebihannya dibanding orang lain. Honornya pun tidak untuk dinikmati sediri, tapi dibagikan kepada penduduk di desanya. Baru sisanya yang dia terima.

Tanpa kita sadari sebetulnya Mbah Maridjan telah melaksanakan apa yang telah diajarkan Rasul untuk tidak mengutamakan diri sendiri tapi lebih mendahulukan kepentingan umat yang membutuhkan. Kira-kira adakah pemimpin kita yang notabene berpendidikan tinggi, berwawasan luas melakukan hal seperti itu.

Apakah Indonesia seharusnya dipimpin oleh orang seperti Mbah Maridjan ?. Semoga para pemimpin insyaf, sebetulnya apa makna jadi pimpinan sesuai janji dan sumpahnya yaitu menyejahterakan kehidupan masyarakat banyak dan tidak melakukan tindakan tercela.

Bagi generasi muda calon pemimpin, semoga lebih mengutamakan rakyat banyak dibanding kepentingan sendiri atau kelompok.

Sudjarwo

Jl Padangsari 20, Semarang

***

Matur Nuwun Polri

Beberapa waktu lalu saya melapor dan mohon bantuan menyelesaikan masalah kekurangharmonisan antara saya dengan anak tertua. Masalah ini sudah berlangsung 6 bulan di rumah saya Kp Malang 287 Semarang dan saya lapor ke Bapak Ida Bagus, Babinkamtibmas Polwiltaber Semarang.

Laporan ditanggapi segera dan dengan sabar anak saya dinasihati agar menjadi pribadi baik, patuh serta tidak berani kepada orang tua. Atas kesabaran dan ketulusan membina, anak saya akhirnya sadar sehingga keluarga merasa hidup rukun kembali. Anak saya tidak lagi ngomel dan mengamuk.

Saya, keluarga Jumali mengucapkan kasih kepada Bapak Ida Bagus, semoga ketulusan serta kesabaran dalam membimbing anak saya mendapat pahala. Sekali lagi matur nuwun.

Jumali

Kp Malang 287, Semarang

Tukang Ojek Wanita

Ada seorang tukang ojek wanita, Sdri Ayu Wijayanti yang berpangkalan di sekitar pasar Jrakah, Semarang. Saya hormat, buka topi atas tekad, semangat, tidak putus asa, percaya dirinya. Dia pernah mengantar seorang kakek yang tidak punya uang secara gratis. Setiap pagi dia membersihkan rumah, menyiapkan sarapan untuk tiga anak di SD, SMP, SMA serta suami.

Rumahnya cukup indah dilengkapi perabot komplit dan motor dua buah. Yang satu disewakan untuk ojek dan satunya dipakai sendiri untuk menjalankan pekerjaan tersebut sejak tahun 1997. Pertanyaan saya, apakah kegiatan ini merupakan pengeterapan emansipasi wanita atau karena terpaksa.

Dia cantik, kulit kuning, berbicara keras, jelas, tanpa tedeng aling-aling. Jam kerjanya tak terjadwal. Pernah pukul 02.00 dinihari, lupa jalan pulang seusai mengantar orang. Akhirnya dia ditolong sesama pengojek. Dia juga sering memberi saran kepada para pemuda pengangguran agar cari pekerjaan apa saja. Jadi tukang ojek, kernek, dagang kecil-kecilan dan lainnya, pokoknya mencari nafkah halal.

Harapan saya, jaga kesehatan, sukalah minum madu asli satu sendok makan setiap pagi sesudah sarapan, tetap menjadi seorang ibu yang baik dan benar dan selalu berdoa agar pekerjaan yang digeluti berjalan lancar. Selamat berjuang untuk keluarga.

Moeljono HP

Jl Banteng Utara VII/1, Semarang

***

VCD Porno Kebumen

Di awal bulan Ramadan beberapa kota sedang giat menertiban dan razia kemaksiatan. Tapi di Kebumen justru beredar VCD porno dengan pelaku lokal yang cukup dikenal masyarakat. VCD berjudul "Skandal Ketua PPK Adimulyo" itu, sengaja diedarkan oleh seseorang tanpa saya tahu apa maksudnya.

Semula saya mengira VCD tersebut berisi temuan kecurangan tapi ternyata berisi adegan porno. Dugaan lain, ini hanya rekayasa, tapi setelah memperhatikan seksama, baik tempat maupun suara serta bahasanya jelas memang dilakukan oleh bersangkutan yang kebetulan memang tetangga saya.

Beberapa tetangga juga yakin kebenaran rekaman video adegan mesum tersebut. Mohon yang bersangkutan tahu diri, introspeksi dan jangan malah menekan warga.

Nurul Aini

Adikarto Rt 2/Rw I Adimulyo, Kebumen

***

Deterjen B 29

Sebagai ibu rumah tangga, bertahun-tahun saya mencuci pakaian dengan sabun deterjen B 29.Beberapa waktu yang lalu saya berbelanja sabun tersebut di supermarket Ramayana Simpanglima Semarang. Tapi sampai di rumah saya menyesal karena isinya sudah banyak yang mengkristal/membatu (barang masih kami simpan).

Sebagai konsumen saya imbau manajemen khususnya kepada pemasok sabun tersebut melakukan pemeriksaan ulang sehingga tidak merugikan dan mengecewakan konsumen.

Ny Legina

Jl Rejosari VI/32, Semarang

***

Ditanggapi Suzuki

Masalah keluhan saya terhadap dealer Suzuki Jaya Sakti Bangsri Jepara yang dimuat di Surat Pembaca bebebrapa waktu lalu sudah diselesaikan dan dilayani dengan baik oleh pihak dealer. Untuk tambahan uang Rp 300 ribu, sebenarnya sebagai biaya memenuhi keinginan saya minta nomor cantik, bukan untuk administrasi. Saya minta maaf atas kesalahpahaman ini.

Zaenal Arifin

Gendong Rt 3/Rw 3 Keling, Jepara


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA