| Kamis, 28 September 2006 | SEMARANG |
Para Pekerja Transpor Diminta Bantu AparatSEMARANG - Memasuki bulan Ramadan dan menyambut Lebaran, para pekerja sektor transportasi se-Jawa Tengah diminta aktif membantu aparat, baik dalam upaya menciptakan situasi aman maupun kelancaran berlalu lintas. Gangguan keamanan menjelang Lebaran biasanya meningkat. Demikian pula volume arus lalu lintas, baik di darat maupun laut. Kepadatan arus selalu terjadi pada saat masa mudik dan balik. ''Menghadapi kondisi seperti itu, biasanya aparat mengadakan operasi-operasi penertiban. Para pekerja transpor melalui organisasi masing-masing hendaknya membantu aparat secara proaktif, sehingga di masyarakat bisa tercipta suasana kondusif sebagaimana diharapkan banyak pihak,'' kata Ketua PD Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (SPTI)/SPSI Jateng G Hartoyo SH, kemarin. Didampingi Wakil Ketua Gunawan dan pengurus lain, Hartoyo pun meminta aparat jajaran kepolisian, Dinas Perhubungan, atau instansi terkait lainnya, untuk tidak segan-segan melibatkan pekerja transpor dalam berbagai aktivitas menyambut bulan Ramadan dan arus mudik/balik. Di terminal, misalnya, pekerja transpor bisa diajak menertibkan para calon penumpang, sehingga pengaturan perjalanan angkutan yang ada dapat berlangsung lancar. ''Para pekerja transpor selalu dibekali kartu tanda anggota (KTA) organisasi. Mereka adalah pekerja resmi yang dilindungi dan diatur oleh undang-undang, sehingga kehadirannya tidak ilegal,'' tuturnya. Karena itu, tambah dia, masyarakat tidak perlu ragu-ragu untuk meminta bantuannya. Jika masih ragu, tanyakan identitasnya. Baik untuk pekerja di terminal, pengemudi, kernet, tukang ojek maupun yang lain. ''Jika ada yang nakal, laporkan kepada aparat ataupun organisasi/serikat pekerja. Kami akan terus membina mereka untuk bisa menjadi profesional. Mereka penjual jasa, bukan calo yang suka memeras. Yang tertangkap sebagai calo di bus-bus, apalagi calo palsu, bukan pekerja resmi,'' tandasnya. (C2-18v) |