logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 28 September 2006 SEMARANG
Line

Ngenteni Dhul

Cincau Gunungpati Berkhasiat

KETIKA segelas es cincau terhidang di atas meja, apa yang terbayang di benak Anda? Ah, tentu saja rasa segar yang tak terkira. Apalagi di siang hari, saat dahaga mendera. Yap, dengan kesegaran yang dimilikinya, es cincau menjadi alternatif minuman yang dipilih untuk berbuka. Dicampur air sirup, makanan serupa gel itu dapat segera menyegarkan tubuh yang seharian berpuasa.

Menangkap peluang itu, Kasiyati (35) warga Kampung Perbalan RT 3 RW 8 Kelurahan Gunungpati, membuat dan menjajakan cincau kepada masyarakat yang membutuhkan.

Setiap hari, dia memproduksi sendiri cincau di rumahnya. Setelah itu cincau yang sudah jadi dan dikemas dalam gelas plastik dia jajakan sendiri di Pasar Gunungpati.

''Untuk membuat cincau di rumah, saya dibantu oleh suami.'' Cincau yang dibuat Kasiyati adalah jenis cincau hijau atau cyclea barbata. Tanaman tersebut termasuk suku sirawan-sirawanan (menispermaceae). Berbeda dari cincau hitam yang padat, kenyal, dan licin, cincau hijau lebih lembut dan beraroma khas.

Untuk membuat cincau hijau, Kasiyati membutuhkan bahan baku daun cincau. Daun-daun tersebut diperoleh dari pekarangannya sendiri, atau membeli dari tetangga.

Jika pada hari biasa cuma membuat cincau untuk campuran es campur, selama bulan Ramadan, Kasiyati memproduksi cincau lebih banyak. ''Pada bulan Puasa, cincau yang saya buat dijual dalam cetakan gelas plastik. Sehari lima puluh gelas. Kadang lebih.''

Relatif Murah

Lima puluh gelas cincau dibuat dari sebakul daun cyclea barbata dan 25 liter air bersih. Cara membuatnya, daun cincau direbus hingga layu. Setelah itu diperas dan disaring untuk diambil sarinya. Air berwarna hijau pekat itu kemudian dituang ke dalam gelas-gelas plastik. Agar cairan cincau berubah menjadi gel, perlu didiamkan selama satu sampai dua jam.

Harga yang dipatok Kasiyati relatif murah. Satu gelas plastik berukuran 0,5 liter hanya dijual Rp 1.000. Tak heran jika penjualannya sangat laris. Selepas zuhur, cincau-cincau yang dijajakan Kasiyati sudah habis diborong pembeli.

Selain dikonsumsi sendiri, oleh pembeli, cincau hijau made in Gunungpati itu juga dijual kembali. Mereka adalah para pemilik warung es yang berasal dari daerah sekitar Gunungpati dan Mijen.

Tak cuma segar, cincau ternyata juga memiliki khasiat obat.

Menurut penelitian Guru Besar Fakultas Kedokteran UGM Prof Dr Sardjito pada 1966, kandungan zat yang terdapat di dalamnya mampu menurunkan tekanan darah tinggi. Selain itu, cincau juga bisa mencegah dan mengobati penyakit pembuluh darah jantung (kardiovaskular), tekanan darah tinggi, penyakit lambung, sariawan, dan panas dalam.

Maka, kalau Anda mencari minuman yang segar untuk berbuka puasa sekaligus bermanfaat bagi kesehatan badan, cincau merupakan salah satu pilihan. (Rukardi-18v)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA