| Kamis, 28 September 2006 | INTERNASIONAL |
LINTAS JAGATPM Hongaria MenyesalBUDAPEST - Perdana Menteri Hongaria Ferenc Gyurcsany Rabu kemarin menyampaikan penyesalannya atas bocoran rekaman percakapannya yang telah memicu gelombang demonstrasi antipemerintah di Budapest. Dalam rekaman yang dibuat bulan Mei itu, dia mengakui telah membohongi rakyat untuk memenangi pemilu April lalu. ''Tentu saja saya sangat menyesal karena kata-kata itu merupakan hinaan,'' kata Gyurcsany dalam konferensi pers kemarin. Dia mengakui bahwa dia telah kehilangan kepercayaan rakyat. Dia sadar, butuh waktu lama untuk memperoleh kembali kepercayaan itu. Namun dia berkeras menjalankan anggaran defisit. Sejak menang pemilu, kabinet pimpinan Gyurcsany telah menaikkan pajak dan mengurangi subsidi. Hal itu bertolak belakang dengan janji-janjinya saat kampanye. Akibat kebijakan anggaran defisit itu, popularitas Gyurcsany merosot dari 40 persen pada April lalu menjadi 25 persen. Kubu pemerintah (yakni Partai Sosialis dan Partai Liberal Demokrat) akan mengahadapi ujian penting dalam pemilihan daerah Minggu (1/10). (rtr-ben-25) Myanmar Tahan Pembelot YANGON - Junta militer Myanmar Rabu kemarin menahan tiga pemimpin kerusuhan mahasiswa 1988, bertepatan dengan peringatan ke-18 tahun berdirinya partai oposisi oleh pemenang hadiah Nobel Aung San Suu Kyi. Menurut sumber, polisi mencomot Min Ko Naing, Ko Ko Gyu dan Htay Kway dari rumah mereka di Yangon tak lama setelah fajar dan membawanya ke kompleks Kementerian Dalam Negeri di bekas kota besar Burma. ''Mereka hanya mengatakan, 'Mari pergi bersama kami,' Mereka tidak mengatakan apapun selain itu,'' kata seorang saksi mata yang berada di rumah Min Ko Naing saat dia ditangkap. Min Ko Naing adalah tahanan politik nomor dua di Myanmar setelah Suu Kyi sampai dia dibebaskan. Setelah hampir 16 tahun berada di balik jeruji besi, Min Ko Naing dibebaskan pada November 2004, tak lama setelah pembersihan mantan perdana menteri dan kepala intelijen Khin Nyunt.(ant-25) |