logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 28 September 2006 INTERNASIONAL
Line

Bandara Baru Bangkok Simbol Korupsi Thaksin

BANGKOK - Bandara internasional Bangkok yang baru kini berdiri megah dan mulai resmi beroperasi Kamis ini. Namun, kemegahan Bandara Internasional Suvarnabhumi itu seolah menjadi cermin skandal korupsi dan kepemimpinan gaya CEO Thaksin Shinawatra.

Thaksin yang masih bersembunyi di London jelas ti-dak bisa meresmikan bandara yang menelan dana pembangunan empat miliar dolar AS. Memang tidak ada acara resmi. Namun, bandara itu tetap mengingatkan pada sosok Thaksin, entah dari sisi baik atau buruk.

''Dia menetapkan batas waktu untuk mempercepat pembangunan proyek ini,'' kata pimpinan bandara Chotisak Asapaviriya. Dia terus sibuk mengawasi pengerjaan di menit terakhir sebelum pesawat pertama mendarat di Suvarnabhumi pada pukul after 03.00.

Semenjak survei bertajuk ''Rawa Kobra'' pada 1960-an, lokasi bandara ditentukan terletak 25 km sebelah timur Bangkok. Namun, sejak itu pula proyek pembangunan itu dibelit dengan beberapa kali penundaan dan pembengkakan biaya.

Bersaing

Ketika Thaksin berkuasa pada 2001 dia menyatakan, pembangunan bandara itu adalah agenda nasional, bagian dari strategi untuk mengubah Thailand tujuan bagi turis, produsen mobil dan pedagang minyak.

Namun, tenggat waktu penyelesaian terlewati sehingga untuk menutup rasa malu, pemimpin itu melakukan soft opening tahun lalu. Dia mengatakan, soft opening itu bertujuan memaksa para kontraktor dan pejabat untuk menyelesaikan bandara itu segera.

''Banyak negara sedang bersaing menjadi tempat tujuan dan penghubung bagi Asia, dan kita tidak bisa berdiam diri,'' kata Thaksin saat peresmian itu.

Dia menepis kekhawatiran maskapai penerbangan baka; terulangnya bencana seperti terjadi di Hong Kong dan Denver apabila mesin penanganan bagasi automatis di bandara baru itu serta sistem-sistem lainnya tidak dites terlebih dulu.

''Jika batas waktu tidak ditetapkan, pembangunan akan molor lagi dan biaya akan makin membengkak,'' ujarnya.

Dugaan-dugaan korupsi sudah membayangi pembangunan bandara itu jauh sebelum Thaksin dikudeta. ''Suvarnabhumi bukan hanya sekadar bandara,'' tulis harian Bangkok Post. ''Bandara itu adalah persoalan klasik betapa proyek-proyek raksasa di negeri ini dikotori dengan korupsi dan penyelewengan kekuasaan.''(rtr-gn-25)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA