| Kamis, 28 September 2006 | BANYUMAS |
Jalur Lalu Lintas Pasar Kota Macet
BANJARNEGARA- Jalur lalu lintas di depan Pasar Kota Banjarnegara, pada jam-jam sibuk, dari pagi hingga siang hari kerap macet. Kemacetan total kerap terjadi pada saat lalu lintas pengiriman barang dan penumpang sedang padat-padatnya. Berdasarkan pengamatan Suara Merdeka di jalur tersebut, sejak pagi mulai pertigaan Jalan Letnan Karjono -tepatnya di pintu tol retribusi angkutan- kendaraan sudah antre untuk masuk ke jalur tersebut. Mereka adalah angkutan penumpang mikrobus dari utara, yakni Kecamatan Batur, Kalibening, Karangkobar, dan sekitarnya yang menempuh jalur utara. Selain itu, Jalan Letnan Karjono juga dilalui angkutan pedesaan dari daerah bawah dan angkutan barang. Kebanyakan angkutan barang dagangan, dari kecamatan atas dan sebagian wilayah selatan serta timur Banjarnegara. Jalur tersebut juga biasa ditempuh untuk menuju Pasar Salak yang berada sekitar 100 meter arah timur Pasar Kota. Menumpuknya kendaraan itu membuat arus menjadi macet. Keadaan ini seakan makin parah dengan adanya parkir sepeda motor, becak, dan sejumlah pedagang kaki lima. Tak hanya itu, akibat belum adanya terminal baru sebagai pengganti yang kini menjadi bangunan pasar, maka sebagian sisi jalan sekarang menjadi terminal bayangan. ''Kalau tak ada keperluan yang harus dicari di pasar, saya lebih menghindari jalur ini. Tetapi karena sekarang harus ke pasar, mau tak mau ikut macet begini,'' keluh Yanto, seorang pengendara sepeda motor di jalur tersebut. Rambu Hilang Menanggapi keadaan itu, Kepala Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (DLLAJ) Kabupaten Banjarnegara Ir Supriyo menuturkan, pihaknya sudah berusaha mengurai kemacetan dengan memasang sejumlah rambu-rambu. Namun baru semalam dipasang, esoknya sudah hilang dicabut orang. Itu terjadi di pertigaan stadion lama. ''Kami memasang rambu larangan melalui Jalan Letnan Karjono dari timur, supaya arus menjadi searah dari barat semua. Namun selain banyak yang masih melanggar, rambu tersebut juga sudah dicabut orang. Meski demikian, akan kami pasang lagi,'' paparnya. Dia menyatakan sudah berusaha menata tempat ngetem (parkir untuk cari penumpang) angkutan pedesaan, angkutan barang, mikrobus, dan pelat hitam. Paguyuban angkutan yang meminta jatah tempat ngetem juga sudah dikumpulkan dan ada kesepakatan pada 22 September lalu. Namun, antara kesepakatan dan pelaksanaan di lapangan diakui ada perbedaan. ''Karena itu, kami masih tetap menyiagakan anggota di lapangan.'' (H25-36s) |