| Jumat, 22 September 2006 | SALA |
Konfercablub PDI-P Gagal Terlaksana
SUKOHARJO - Konferensi Cabang Luar Biasa (Konfercablub) yang rencananya digelar di Jakarta gagal berlangsung. Belum diketahui kapan Konfercablub untuk memilih Ketua DPC PDI-P Sukoharjo akan dilangsungkan. Mantan Ketua PDI-P Ngabeyan Kartasura Edi Sunardi mengatakan, kegagalan menggelar Konfercablub sehubungan Ketua DPP PDI-P Megawati Soekarnoputri mendadak terbang ke Austria untuk memenuhi undangan di sana. Rencana awal, Konfercablub digelar Selasa (19/9) di Jakarta. Sejumlah kader PDI-P yang selama ini mendukung langkah Edi Sunardi sudah siap berangkat. Namun hal itu mereka urungkan setelah mendengar kabar Konfercablub ditunda. Edi mengungkapkan, jika pihaknya menunggu perintah DPP pro-Konfercablub mengenai waktu pelaksanaannya. Edi juga membantah mengenai kabar jika dirinya menghilang. Kendati tidak menjelaskan keberadaannya saat ini secara gamblang, Edi menegaskan, dirinya siap dihubungi wartawan untuk dimintai konfirmasi mengenai Konfercablub. ''Bukannya saya menghilang, tetapi keadaan yang membuat saya tidak muncul sehubungan banyaknya teror dari orang-orang tertentu.'' Edi Sunardi alias Edi Menyun yang mengklaim berdasar SK DPP PDI-P sebagai karteker guna menyelenggarakan Konfercablub tetap pada pendiriannya untuk melaksanakan amanat tersebut. Langkah itu tentu saja ditentang pengurus DPC PDI-P. Sebab, menurut Ketua DPC PDI-P Bambang Riyanto, ketiga SK yang merupakan dasar hukum digelarnya Konfercablub dinilainya palsu. Ia sempat mengecek keabsahan SK No 223/ KPTS/ DPP/ IX/ 2006 tentang Pelaksanaan Konsolidasi Partai, SK No 224/ KPTS/ DPP/IX/ 2006 tentang Penonaktifan Ketua DPC PDI-P, dan SK No 225/ KPTS/DPP/IX/ 2006 tentang Pergantian Ketua DPC ke pusat. ''Hasilnya, Sekjen DPP PDI-P Ir Pramono Anung, tidak merasa menandatangani beberapa SK tersebut,'' jelas Bambang. Namun Edi bersikukuh jika tiga SK DPP PDI-P yang diterimanya sekitar dua pekan lalu asli. Pasalnya, SK itu ditandatangani Megawati Soekarnoputri selaku Ketua dan Pramono Anung sebagai Sekjen DPP PDI-P. Seperti diberitakan (SM, 18/9) keluarga Edi Menyun sering menerima teror dan ancaman dari orang tak dikenal agar ia tidak meneruskan niatnya untuk melaksanakan Konfercablub. ''Walah, teror sudah biasa. Kemarin, anak saya diancam akan dibunuh demikian pula istri saya,'' tutur Edi Sunardi beberapa hari yang lalu. Namun Edy mengaku tidak gentar. Menurutnya, apa yang dilakukan semata memperjuangkan kebenaran untuk menegakkan partai. Dia juga merasa tidak memusuhi siapa pun. ''Saya hanya sekadar menerima amanat dari DPP untuk menyelamatkan PDI-P Sukoharjo. Jadi apa pun risikonya saya harus siap menerima,'' tegas dia. (G11-67v) |