logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 22 September 2006 OLAHRAGA
Line

Hukuman Persebaya Bisa Diperingan

JAKARTA-Komisi Banding PSSI (Komding) awal pekan depan akan memutuskan penyelesaian kasus Persebaya. Muncul dugaan kesebelasan kebanggaan masyarakat Surabaya itu akan memperoleh keringanan.

Tim berjuluk Bajul Ijo tersebut bisa jadi akan tetap menjalani pertandingan kandangnya di Surabaya, tidak di luar Jatim seperti hukuman yang dijatuhkan Komisi Disiplin PSSI sebelumnya.

Perkiraan itu mengemuka, menyusul munculnya pernyataan Ketua Komdis PSSI Togar Manahan Nero Simanjuntak. Dia menyatakan secara pribadi dia tidak mempermasalahkan jika Persebaya tetap bermain di Surabaya.

''Kami hanya tidak suka pada perilaku pendukung Persebaya. Kami tidak bisa menerima jika hukuman terhadap mereka diampuni,'' katanya.

Pernyataan ini amat mengejutkan karena sebelumnya dia dan jajaran anggota Komdis lainnya bersuara keras agar Persebaya dan kelompok pendukungnya sama-sama dihukum. Pendukung Persebaya membuat kerusuhan menjelang akhir pertandingan timnya menghadapi Arema Malang pada putaran kedua babak perempat final Piala Indonesia, 4 September di Stadion Gelora 10 November, Surabaya.

Dalam sidang Komdis yang digelar 7 September, Persebaya dikenai hukuman menjalani partai kandang usiran selama satu tahun di luar Jatim. Komdis juga melarang pendukungnya untuk memasuki stadion mana pun selama tiga tahun.

Wajib Membina

Sebelum dilakukannya sidang untuk memutuskan masalah itu, Togar selaku ketua Komdis beberapa kali menegaskan perilaku suporter tak bisa dilepaskan dari klub. "Suporter adalah bagian dari klub, karena itu klub juga wajib membina kelompok suporternya," tegas Togar, sembari menyebutkan bahwa ketentuan itu tertuang dalam Manual Liga Indonesia.

Wajar kalau perubahan sikap yang ditunjukkannya terhadap Persebaya sekarang ini menimbulkan tanda-tanya besar bagi anggota Komdis lainnya.

Terlebih sebelumnya pernah ada komitmen yang pernah dilontarkannya kepada wartawan saat Komdis memutuskan sanksi untuk Persebaya. Komitmen itu adalah ancaman untuk membubarkan diri jika hukuman Persebaya nantinya diringankan oleh Komding.

"Kemarin-kemarin kita yang menjelek-jelekan Komisi Banding, sekarang ini justru kita yang menjelekkan diri sendiri," komentar Ronny Pattinasarani, salah seorang anggota Komdis yang terkenal vokal.

"Kalau perkembangannya seperti ini lebih baik bubarkan saja Komdis, bukannya Komding," tegasnya.

Komding sendiri diperkirakan pada Senin atau Selasa pekan depan mengeluarkan keputusan mengenai penyelesaian banding Persebaya tersebut. Keputusan Komding ini bersifat final dan mengikat.

Namun, di atas keputusan Komding, masih ada lagi keputusan yang sifatnya benar-benar final. Yakni, keputusan Ketua Umum PSSI Nurdin Halid.

Sebagai mandataris kongres Nurdin Halid memiliki wewenang untuk mengubah atau menganulir keputusan Komdis atau Komding yang secara struktural langsung berada di bawah tanggung-jawabnya sebagai ketua umum."Komisi-komisi langsung berada di bawah tanggung jawab ketua umum, bukan kepada pengurus harian," tegas Nurdin kepada wartawan.

Menyangkut penyelesaian kasus Persebaya, Nurdin mengatakan bahwa dia masih menunggu mekanisme hasil keputusan Komding. "Kalau keputusan Komding itu masih meragukan, saya sebagai mandataris kongres bisa mengubahnya," tegas Nurdin.

Penyelesaian kasus Persebaya ini kemungkinan besar ikut dibahas pada rapat pengurus harian PSSI yang digelar semalam di kediaman Ketua Bidang Liga dan Tim Nasional Indonesia, Nirwan Dermawan Bakrie. Namun, Sekjen PSSI Nugraha Besoes mengatakan rapat pengurus harian tidak mengagendakan secara khusus masalah Persebaya.

"Agenda rapatnya cukup banyak, tak terkecuali masalah raparnas mendatang," kata Nugraha.(wgm-22)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA