logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 22 September 2006 OLAHRAGA
Line

PSIS

Periode Kontrak Hanya Sepuluh Bulan

SEMARANG- Perekrutan pemain PSIS untuk musim depan sudah mencapai 90 persen. Namun, mereka baru resmi dikontrak manajemen pada November mendatang. Lamanya pun tidak satu tahun, tapi hanya sepuluh bulan mengingat kompetisi diperkirakan selesai September 2007.

''Biasanya, tim-tim lain mengontrak pemain selama satu tahun. Tapi, kami hanya sepuluh bulan. Itu akan lebih efektif dan efisien,'' tutur Manajer Teknik Setyo Agung Nugroho, kemarin.

Jika pemain dikontrak selama setahun, pengeluaran akan lebih banyak. Selain itu tidak efisien, lantaran kompetisi maksimal hanya berlangsung selama tujuh bulan. Sedangkan waktu tiga bulan dipakai untuk persiapan pembentukan dan pematangan tim. Musim ini saja, kompetisi dimulai pada Januari dan berakhir Juli. ''Pemain akan menerima gaji buta selama dua bulan jika mereka dikontrak setahun,'' kata pengusaha di bidang konstruksi itu.

Lebih lanjut Agung menyatakan tidak khawatir sistem kontrak sepuluh bulan akan membuat pemain mudah digaet klub lain. Manajemen tetap akan ''memagari'' pemain yang dinilai potensial dan berkualitas.

''Biasanya kami akan mengadakan pendekatan terhadap pemain pilar sebelum kontrak selesai agar mereka mau bertahan di PSIS,'' ungkap pria yang juga Wakil Ketua Gapensi Kota Semarang ini.

Wacana BLI

Sistem kontrak sepuluh bulan itu bakal bertentangan dengan keinginan Badan Liga Indonesia (BLI). Ada wacana BLI akan mengevaluasi sistem kontrak pemain di tim-tim peserta Liga Indonesia yang rata-rata hanya setahun.

Mereka ingin kontrak pemain bisa lebih satu tahun, sama seperti kompetisi di Eropa. Hal itu dinilai lebih efektif untuk memberikan kesempatan pemain berbakat mengasah kemampuannya. Selain itu, tim bisa memaksimalkan pemain hasil binaan sendiri. Bila kontrak hanya satu tahun, pemain akan sulit beradaptasi sehingga permainannya pun akan kurang maksimal, sehingga merugikan tim.

Wacana seperti itu dinilai Agung memang bagus. Bahkan PSIS sudah melakukannya dengan mengontrak pemain seperti Zoubairou, Denny Rumba, Yusuf Sutan Mudo, dan Eko Prasetyo selama dua tahun. ''Kami tidak masalah jika BLI akan menerapkan sistem kontrak pemain lebih dari setahun. Tapi, itu harus dikaji lebih detail tentang keuntungan dan kerugiannya bagi tim,'' katanya.

Menurut Agung, sistem tersebut belum bisa sepenuhnya diterapkan di Indonesia, karena iklim sepak bolanya belum mendukung. Misalnya, sikap dari PSSI atau BLI yang belum konsisten menerapkan peraturan, sumber pendanaan klub sebagian besar dari APBD yang setiap tahun berubah, dan pemain sendiri belum tentu betah membela klubnya lebih dari setahun.

''Khusus pemain-pemain muda potensial, kami memang mengontrak mereka lebih dari setahun. Tapi, untuk pemain senior, kami belum berani. Banyak hal yang perlu dipertimbangkan.'' (H13, H29-22)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA