| Jumat, 22 September 2006 | OLAHRAGA |
Tiga Gelar Nasional Raib, Apa Kekurangan Petinju BBI?PAMOR Sasana Bank Buana Indonesia (BBI) Semarang mengkilap tahun lalu, kala tiga petinjunya meraup tiga gelar nasional. Diawali Roy Mukhlis (19) menjadi juara nasional kelas bulu (57,1 kg) dengan menjotos TKO Orlando Sitohang. Kemudian Monte Negro (22) meraih juara nasional kelas bulu super (58,9 kg) dengan memukul TKO Wanmart Situmorang di ronde ke-10. Jamed Jalarante (22) menambah gelar nasional kelas welter yr (63,5 kg) dengan menang angka atas Anwar Solihin. Kini mendung kelabu menggelayuti kubu sasana yang bermarkas besar di Kampung Lasipin Jl dr Cipto Semarang itu. Satu per satu jago tinju besutan HM Sutan Rambing (manajer) dan Sonny Rambing (pelatih/ mantan juara PAB) berguguran. Roy Mukhlis kalah TKO di ronde pertama diterkam petinju kidal M Afrizal, Maret lalu. Jamed digilas TKO ronde kedelapan oleh petinju kidal Emanuel Bay (Papua), Mei silam. Dan Monte juga harus kalah TKO di ronde kedelapan melawan Bogi Gonzalez, pekan lalu. Tragisnya mereka tumbang dalam duel nontitle. Dan sesuai peraturan, juara nasional yang kalah TKO/KO gelar nasionalnya dicopot. Ironis memang, lantas apa kekurangan jago tinju BBI? (Paulus Noor Mulia-28) |