logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 22 September 2006 NASIONAL
Line

SOSOK

Pelajari Wayang


SM/Rukardi

UNTUK memahami sebuah bangsa, seseorang harus mengerti sejarah dan karya sastranya. Adagium itu tampaknya dipegang betul oleh cerpenis dan kolumnis Malaysia Karim Raslan.

Karena itu, untuk mendapat gambaran komprehensif tentang Indonesia, dia merasa perlu membaca karya-karya sastranya, dari yang kontemporer sampai baheula.

Karya sastra lama yang pernah ia lahap antara lain "Serat Centhini" dan "Serat Kalatida" karya Raden Ngabehi Ranggawarsita. Selain itu, dia banyak membaca karya sastrawan kontemporer seperti Goenawan Muhamad, Umar Kayam, YB Mangun Wijaya, Pramoedya Ananta Toer, dan Ayu Utami.

Alumnus Cambridge University itu mengaku tertarik dengan Indonesia. Dia pun kerap menulis artikel tentang Indonesia untuk media massa, terutama di Malaysia dan Singapura. "Bacaan-bacaan sastra itu memberi saya perspektif lebih luas tentang Indonesia. Dari sana saya mendapat banyak informasi," papar penulis antologi cerpen Pahlawan dan Kisah-kisah Lainnya itu di Semarang, baru-baru ini.

Bahkan agar pengetahuannya semakin lengkap, pengagum Gabriel Garcia Marquez tersebut juga mempelajari wayang. Sebab di sana terdapat cerminan karakter manusia. Banyak tokoh politik yang bisa dicari referensinya dari anak wayang. (Rukardi-60m)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA