| Kamis, 21 September 2006 | WACANA |
Surat PembacaTanggapan UndipSehubungan tulisan di Surat Pembaca 18 September 2006 tentang pembangunan masjid dan pintu gerbang Undip, kami tanggapi sbb: Pembangunan masjid di kampus Tembalang hingga saat ini terus diupayakan penyelesaiannya. Bila Sdr Dewanto Samudra datang ke kampus, tentu dapat melihat bentuk fisiknya. Senin lalu (11/9) tembok masjid sudah mulai dikerjakan. Sudah berdiri tiga ruang kantor untuk lebih mengefektifkan penyelesaiannya. Ternyata pembangunannya juga tidak bisa melalui penunjukan langsung tapi dengan lelang dan tentu melalui proses serta waktu. Mohon doanya, masjid segera selesai dan digunakan untuk ibadah. Mengenai pembangunan pintu gerbang ada kesan baru saja dikerjakan. Ini juga perlu saya luruskan. Pembangunan pintu gerbang sudah direncanakan sejak tahun 2003. Disayembarakan dan pemenang perancang pintu gapura terbaik telah terpilih. Namun prosesnya ternyata tidak bisa sekejap begitu saja. Setelah ada peresmian, ada kesan pembangunannya dikerjakan baru-baru saja yaitu di akhir masa jabatan Prof Eko Budihardjo MSc. Hal ini tidaklah sepenuhnya benar. Tentang peningkatan kegiatan akademik, sarana dan prasarana serta berbagai pembangunan fasilitas kampus, selalu diupayakan lewat proses matang. Di antaranya melalui pertimbangan dan persetujuan Senat Universitas, lembaga normatif tertinggi di perguruan tinggi tersebut. Tentu sama sekali bukan kado bagi siapa-siapa, tetapi untuk kepentingan seluruh sivitas akademika Undip sendiri. Terima kasih atas perhatian dan doanya untuk kebaikan kita bersama. Doakan juga agar masjid kampus segera rampung pembangunannya. Kahumas Undip Drs Adi Nugroho MSi *** Semarang-Karangawen Kemacetan lalu lintas di daerah Karangawen-Mranggen sudah tidak bisa ditoleransi lagi. Jalan raya utama Purwodadi-Semarang tersebut hanya satu, sementara para pekerja/pelajar dan masyarakat beraktivitas di Kota Semarang. Seharusnya Pemkab Demak maupun Pemkot Semarang membuat jalan alternatif. Yang selalu macet di pagi hari adalah di daerah pasar Mranggen, pasar Ganepo dan pasar Karangawen termasuk di sekitar pabrik Arisa dan Aparel daerah Semarang Timur. Akibatnya banyak pelajar dan pekerja terlambat datang ke sekolah atau ke tempat kerjanya. Mohon Polisi Lalu Lintas dapat menertibkan. Pengguna jalan juga diharapkan mematuhi aturan agar lalu lintas bisa lancar. Bagus Adhi Wibowo Siswa SMPN 1Mranggen, Demak *** Untuk Kapolres Kendal Sebelumnya mohon maaf meski agak terlambat. Demo di PSPP (Pekan Seni dan Promosi Pembangunan) Kendal ke-21di lapangan Panembahan Agus Sakti Sukorejo beberapa waktu lalu ternyata telah "berbelok arah" menjadi anarki yang berujung perusakan, penjarahan dan penganiayaan. Menurut beberapa saksi mata, insiden tersebut telah memakan korban, di antaranya hancurnya 2 stan milik Pemkab Kendal, pecahnya pesawat TV di stan Dinas Kesehatan, perampasan uang Rp 520 ribu di stan Dinas Pariwisata serta penjarahan beberapa bungkus mie instan di stan Dinas Sosial. Kemudian pemukulan terhadap beberapa pengurus Angkatan '45 Kecamatan Sukorejo, 2 anggota PPM (Pemuda Panca Marga), 1 anggota KNPI. Bahkan yang mengejutkan menurut saksi mata, ada seorang personel Polsek Sukorejo juga kena "bogem mentah" dari beberapa demonstran. Ini semua sudah memenuhi syarat sebagai tindak kriminal. Bukankah demo seharusnya digelar secara damai, santun, cerdas dan simpatik. Agar kasus ini tidak berulang, mohon Bapak Kapolres Kendal mengusut tuntas dan para pelakunya diberi ganjaran sesuai KUHP. Semoga perkara ini tidak dipending, dideponir atau dipetieskan. Pokoknya, kasus tersebut jangan diselesaikan dengan prosedur "86". S.Joko Wiyono (EI) Sudagaran Rt 5/Rw 1, Sukorejo *** Soal Orang Tangguh Saya terketuk atas surat Bapak Sujarwo tentang "Orang Tangguh" di Surat Pembaca belum lama ini. Saya informasikan, pelatihan menjadi tangguh sudah berjalan 5 tahun di Salatiga. Tidak mengacu pada agama atau kepercayaan tertentu, tidak ada guru-murid, senang atau benci, tidak menyuruh/melarang dan lainnya. Peserta termuda berusia 21 tahun dan tertua 79 tahun (adik Pahlawan Nasional Yos Sudarso). Pemandu termuda 45 tahun dan tertua 90 tahun. Hasilnya, peserta terbebas dari trauma masa lalu, tidak takut menghadapi masa depan, tidak iri atau merasa unggul dari orang lain. Bagi yang berlatih serius, akan menjadi manusia pemberani setangguh Mbah Maridjan. Pelatihan gratis, bahkan masih mendapat snack dan soft drink, brosur serta buletin. Diadakan pada hari Minggu 17 September 2006, 19 November 2006 dan 17 Desember 2006 pukul 14.00 s.d 18.00. Konfirmasi seminggu sebelumnya. RM Ismunandar C (EI) Salatiga Permai VI/140-141, Salatiga *** Ubah Data Kartu Halo Saya Rachmad Sugianto SE MA, pelanggan Kartu Halo 0811271976 dengan pembayaran auto debet kartu kredit Citibank. Tetapi pada 29 Desember 2005 kartu Halo saya diubah menjadi atas nama Hadi Sintoro. Perubahan dilakukan Grapari Yogya dan saya tidak pernah menandatangani/menyetujui perubahan tersebut. Hal ini manipulasi data dan melanggar UU Perlindungan Konsumen. Tanggal 24 April 2006 mendadak nama tersebut kembali atas nama saya tanpa permintaan maaf. Apa tindakan perusahaan bagi perubah data. Menurut asumsi saya hal itu ada unsur KKN dan kesengajaan. Ternyata Telkomsel tidak dapat menjaga privasi pelanggannya dan apa tidak ada sanksi bagi dealer yang melanggar? Rahmat Sugianto SE MA Jl MT Haryono 686, Semarang *** Migran ke Kota Seorang ahli agribisnis Jateng pernah mengatakan, ada 4 pembangunan ekonomi Jateng yaitu pembangunan pertanian dalam arti luas, berbasis ekonomi pedesaan, pembangunan ekonomi kecil dan menengah dengan memperkuat pemodalan dan pemasaran serta pembangunan pariwisata berbasis kerakyatan. Penduduk pedesaan pindah (migran) ke kota karena sulit mencari penghasilan di desa. Kalau perlu di kota mengemis bisa mendapat Rp 15.000/hari. Untuk mencegah penduduk desa migran, empat pembangunan ekonomi tersebut perlu dimanifestasikan. Penduduk desa perlu disibukkan dan hasilnya ditampung serta dipasarkan di kota. Desa harus disibukkan misal dengan memproduksi keset, gayung air, kursi baik dari kayu maupun dari bambu, tikar yang kualitasnya disuluh oleh Dinas Perindustrian. Produknya ditampung dan dipasarkan oleh pihak kecamatan, kabupaten dan seterusnya. Dengan demikian penduduk desa yang punya tenggang waktu tidak bercocok tanam, disibukkan dengan berbagai macam pesanan. Ini namanya mengeterapkan mandiri. Petani memproduksi, pemerintah membeli (give and take). Sedang modalnya dari bank pemerintah. Mohon pemikiran para pejabat, pemimpin, politisi demi kepentingan rakyat. Jangan hanya ngomong, berbuatlah yang baik dan benar, sehingga rakyat pedesaan tidak pindah ke kota. Hal tersebut sekaligus bisa mengurangi pengemis, pengangguran, gelandangan di kota. Moeljono HP JI Banteng Utara VII/1, Semarang *** Terganggu Klakson Arus lalu lintas yang padat dan ramai di Jl Tawang sampai Pengapon atau Jl Ronggowarsito ke pelabuhan Semarang sering disertai suara klakson yang keras. Hal ini mengganggu umat yang sedang shalat, khususnya pada saat jumatan. Jamaah masjid Az-Zahra benar-benar terganggu bunyi klakson tersebut. Mohon takmir masjid memberi rambu larangan membunyikan klakson di radius 100 meter dari Jl Tawang dan Jl Ronggowarsito. Rambu mudah terlihat pengguna jalan. Takmir dan remaja masjid memang telah maksimal pengatur parkir kendaraan, penitipan sepatu dan sandal para jamaah. Tapi untuk menciptakan suasana khusyuk saat shalat jumat pemasangan rambu sungguh mendesak. Suwarsono Jl Penjaringan III/93, Semarang |