logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 21 September 2006 NASIONAL
Line

Pembangunan Jalan Tol Akan Terealisasi

  • Perjanjian Penguasaan Dilakukan

SEMARANG - PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT) optimistis bahwa pembangunan jalan tol Semarang-Solo akan selesai tepat waktu. Sebab, PT Jasa Marga dan Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) akan merealisasikan Perjanjian Penguasaan Jalan Tol (PPJT) dalam waktu dekat ini.

''Tadi saya menerima kabar dari Direktur Penyelenggara Usaha Jasa Marga Abdul Hadi bahwa PPJT sudah dipersiapkan sehingga bisa direalisasikan dalam waktu dekat,'' kata Direktur Utama PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT), Pengkie Soegiho Pangestu, Rabu (20/9).

Penandatanganan tersebut merupakan jalan yang harus ditempuh untuk merealisasikan pembangunanjalan tol Semarang-Solo. Setelah ada kesepakatan, akan ditindaklanjuti dengan penandatanganan kerja sama antara PT Jasa Marga dan PT SPJT sebagai perusahaan milik Pemprov Jateng. Itu untuk menentukan sharing pembiayaan antara PT SPJT dan PT Jasa Marga.

Pengkie optimistis target 2008 rute jalan tol Semarang-Bawen sudah bisa digunakan. Sebab, begitu PPJT sudah ditandatangani, pembebasan lahan bisa segera dilakukan. Menanggapi kemungkinan adanya spekulan tanah yang muncul dan mempermainkan harga tanah yang menjadi rute tol, dia tidak terlalu khawatir. Sebab, ketentuan pembebasan lahan akan mengacu pada Keputusan Presiden (Keppres) 65/2006 yang merupakan pengganti Keppres Nomor 5/1983 yang mengatur tentang pembebasan lahan.

Menunggu

Pelaksana kegiatan adalah sebuah tim khusus. ''Itu pekerjaan tim, kami tidak terlibat langsung, tapi saya kira tidak akan ada masalah,'' katanya. Sebelumnya, Kepala Kepala Dinas Bina Marga Jateng Danang Atmodjo mengungkapkan, belum dimulainya pembangunan jalan tol Semarang-Solo karena masih harus menunggu realisasi PPJT antara PT Jasa Marga dan Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT).

Lambannya proses pembangunan jalan bebas hambatan dua kota di Jateng tersebut sempat dikeluhkan Wakil Ketua Komisi D DPRD Jateng Muh Endro Suyitno. Terkatung-katungnya proses pembangunan fisik jalan tol sepanjang 76 km itu dikhawatirkan akan menimbulkan masalah baru dalam proses selanjutnya, yakni kemungkinan semakin banyaknya spekulan yang bermain.

Menurutnya, jalan tol Semarang-Solo itu merupakan jalur yang mendesak segera direalisasikan. Sebab selain sudah lama direncanakan, arus lalu lintas di Jateng sudah sangat padat sehingga masyarakat sudah menunggu-nunggu. (H7,G17-46n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA