| Kamis, 21 September 2006 | SEMARANG |
PDAM Akan Sweeping Besar-besaran
UNGARAN - PDAM Kabupaten Semarang berencana melakukan sweeping besar-besaran dalam waktu dekat untuk mengatasi pencurian air yang cukup tinggi. Hal itu untuk menekan angka kerugian yang selama ini dialami perusahaan tersebut. Sejak Januari-Juni, 392 meteran pelanggan Kabupaten Semarang diputus. Hal itu dikarenakan banyaknya sumber air yang dikuasai warga. Alasan lain pemutusan meteran, karena para pelanggan menunggak membayar. "Persentase alasan pemutusan meteran lebih banyak karena sumber air yang tadinya dikelola PDAM diminta warga. Misalnya, sumber air di Kebondalem, Jambu dikelola warga setempat. Kami akan lakukan sweeping besar-besaran untuk mengetahui pencurian air. Waktu sidak masih rahasia," kata Direktur PDAM Drs Ali Fozasa MM, Rabu (20/9). Pihaknya menduga banyak warga yang mengambil air dari pipa sebelum meteran. Pihaknya juga mendapat informasi, ada salah satu anggota DPRD Kabupaten Semarang yang melakukan praktik ini. "Bila memang benar, saya tidak peduli dan tetap saya tindak dengan pemutusan meteran atau denda. Ini informasi dari tenaga teknik kami di lapangan, akan saya cek kebenarannya," papar Ali Fozasa. Rp 23 Miliar Sementara itu, pada Januari 2007 pihaknya berencana menaikkan tarif air dari Rp 650/meter kubik menjadi Rp 1.000/meter kubik. Pada 2005 sebenarnya PDAM sudah meminta kenaikan Rp 1.000/meter kubik, tetapi tidak disetujui legislatif. Saat itu Wakil Ketua DPRD M Bashari meminta perusda itu untuk terlebih dahulu meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. "Untuk mengejar BEP harus ada kenaikan Rp 1.000/meter kubik atau idealnya Rp 1.070. Bila tetap Rp 650/meter kubik kami terus merugi," tandas Ali Fozasa. Terkait dengan pelayanan, menurut dia, saat ini sudah ada peningkatan waktu mengalirnya air ke pelanggan. Menurut dia, untuk memperlancar distribusi air pemerintah harus menyediakan Rp 23 miliar. Dana sebesar itu di antaranya akan digunakan untuk mencari sumber air baru Kali Garang yang berlokasi di Ngablak, Candirejo, Pringapus. "Kami pernah mengajukan anggaran Rp 1, 5 miliar untuk penyediaan air jika musim kemarau datang, tapi ditolak," tegasnya. Sementara itu, Koordinator LSM Gempar Widjayanto meminta PDAM tegas dan tidak pilih-pilih menindak pelanggan nakal. "Jangan warga biasa yang dikenai denda. Bila ada wakil rakyat yang berbuat curang dengan mencuri air, mestinya harus ditindak tegas," tandas dia kemarin. (H14-37) |