| Kamis, 21 September 2006 | SEMARANG |
Mahasiswa ''Membekali'' Para SarjanaSEMARANG - Tak seperti tahun-tahun sebelumnya, Undip yang menggelar wisuda ke-104 yang berlangsung Rabu (20/9) pagi di Gedung Prof Soedharto Kampus Tembalang, ada nuansa yang berbeda. Jika tahun-tahun sebelumnya wisudawan selalu diberi pembekalan oleh alumnus yang telah sukses dan memiliki reputasi di tingkat nasional, wisuda kemarin berbeda. Adalah Anik Widiyanti (22), seorang mahasiswi Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen yang memberikan wejangan kepada wisudawan yang notabene adalah para seniornya. Bagaimana bisa seorang junior memberikan wejangan kepada kakak tingkatnya yang telah menyelesaikan studinya? Tentunya karena prestasi yang dia raih. Anik menjelaskan, dalam kesempatan itu dia bersama lima rekannya dari Undip mewakili Jateng di ajang Pekan Seni Mahasiswa Nasional yang berlangsung di Makassar. "Kami membawakan tarian bertajuk 'Cawuh' karya Nuryanto SR. Tak dinyana, kami mampu menjadi yang terbaik," ungkap Anik yang menjadi koordinator para penari tersebut. Dalam tarian Jawa itu, lanjutnya, menceritakan kondisi masyarakat miskin di Indonesia pada umumnya. Apa pun yang terjadi di negeri ini, selalu yang menjadi korban adalah masyarakat kecil. Dengan kata lain, Anik bersama teman-temannya ingin menyampaikan betapa carut-marutnya negeri tercinta ini. "Kami sebagai generasi muda ingin nguri-uri budaya Jawa dan memperkenalkannya kepada khalayak nasional. Budaya Jawa itu sebenarnya indah dan banyak sekali yang bisa kita gali," terangnya. Berkat prestasi tersebut, Undip mampu menjadi juara umum dalam perhelatan tersebut. Empat Periode Wisuda periode kali ini terbagi dalam empat periode, pada Rabu (20/9) digelar dua prosesi yakni pagi dan siang. Begitu juga pada hari kedua, Kamis (20/9) hari ini. Wisuda diikuti 2.264 orang terdiri atas lulusan doktor empat orang, magister (205), dokter spesialis I (25), profesi (101), sarjana (1.442), dan diploma (487). Selain Anik, bertindak sebagai pembekal adalah Dr dokter Zainal Muttaqin SpBS. Zainal adalah seorang dokter lulusan Undip yang telah menyelesaikan S-3 di Hiroshima University, Jepang. Kini dirinya menjadi satu-satunya dokter di Indonesia yang mampu mengoperasi pengidap epilepsi. "Undip bersama RSDK telah menjalin kerja sama dan mengembangkan pelayanan bedah epilepsi," katanya disambut tepuk tangan hadirin. (H23-18d) |