| Kamis, 21 September 2006 | SEMARANG |
Menanamkan Rasa Cinta pada Kota lewat SMSMEMINDAHKAN sejumlah lanskap kota ke atas panggung, tentu saja bukan perkara mudah. Namun dalam upaya menanamkan kecintaan anak-anak pada tempat tinggalnya, hal itu bukan hal yang muskil. Lihat saja, apa yang dilakukan Klub Merby ketika menggelar ulang tahunnya di Krakatau Grand Ballroom Hotel Horison Simpanglima, belum lama ini. Mereka mengusung Tugu Muda, Lawangsewu, Balai Kota, dan Katedral Randusari ke panggung. Tak ketinggalan, Kelenteng Agung Sam Poo Kong dan gedung PT Telkom Jalan Pahlawan. ''Kami ingin membuat anak-anak mengenal kota tempat tinggalnya. Dari situ, mudah-mudahan akan tumbuh rasa cinta,'' ujar Grace W Susanto, pemimpin Klub Merby, di sela-sela pertunjukan. Konser Semarak Merby Serempak (SMS) itu menampilkan berbagai pertunjukan. Mulai dari tari-tarian, balet, lagu dolanan, permainan tradisional, barongsai, hingga wushu. Ditampilkan pula parodi SMS, yang mempresentasikan secara artistik kehidupan warga Semarang. Sebagai pemuncak adalah tarian Gambang Semarang. Grace mengemukakan, pertunjukan itu digelar dalam rangkaian perayaan HUT Ke-17 Klub Merby. Selain itu, pihaknya juga memperkenalkan kembali sejumlah permainan tradisional, menghidupkan lagu anak sepanjang masa, serta mengenalkan anak pada kesenian khas Semarang. Keseluruhan pertunjukan itu dimainkan anak-anak didik Klub Merby dan juga para pendidiknya. Boleh dibilang, pergelaran itu merupakan ajang pameran proses pendidikan di klub tersebut. ''Target kami sederhana saja. Yaitu bagaimana menanamkan jiwa seni kepada anak-anak. Dengan itu, mereka akan bisa berbudi pekerti dan berperilaku halus,'' ungkap dia. Yang menarik, di sela pertunjukan digelar kuis melalui layanan pesan singkat (SMS) hasil kerja sama dengan Telkom Flexi. Sesekali giant screen di belakang panggung menayangkan pertanyaan-pertanyaan kuis yang harus dijawab para penonton melalui SMS. Pertanyaan yang diajukan umumnya terkait dengan Kota Semarang. (Achiar M Permana-62j) |