logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 21 September 2006 SEMARANG
Line

Pedagang Burung Tak Berani Jualan

SEMARANG - Pedagang burung pindahan dari Jalan Kartini tidak berani menjajakan dagangannya di Pasar Waru. Sebab, kondisi pasar yang terletak di kawasan Sawahbesar, Kaligawe itu panas dan minim pohon peneduh. ''Kalau tempatnya seperti ini, burung-burung yang kami jual bisa mati kepanasan,'' kata Lulus (31), seorang pedagang.

Meski saat ini dia memperbaiki jatah kios yang diperoleh, sementara waktu tidak digunakan terlebih dahulu.

Menurut dia, tempat relokasi PKL di Pasar Waru tidak cocok untuk pedagang burung. Lokasi yang tepat seharusnya ada pohon-pohon peneduh, seperti di Jalan Kartini. Hal itu penting untuk kelangsungan usaha dagang mereka.

''Dengan pohon-pohon peneduh, burung-burung kicauan yang dijual merasa nyaman dan tidak kepanasan.''

Lulus menjelaskan, di antara jenis burung yang dijual, hampir semuanya tidak tahan panas. Misalnya kenari, anis merah, anis kembang, kacer kembang, murai, cucak ijo, dan jalak.

''Mungkin cuma penthet dan branjangan yang bisa bertahan. Lainnya bakal mati,'' tuturnya.

Fauzi (33), pedagang burung yang lain berpendapat sama. Menurut dia, Pemkot selama ini tidak memperhatikan hal-hal mendasar yang dibutuhkan pedagang burung.

Tagih Janji

Dia lantas membandingkan dengan jatah kios pedagang pakaian yang lebih bagus, dibuat dari tenda. Pedagang burung, kata Fauzi, punya izin berjualan di Jalan Kartini dari pihak kecamatan, tetapi kenapa tidak diperhatikan.

Dia juga menagih janji Camat Semarang Timur Bimo Irianto yang akan memberikan tali asih kepada PKL Jalan Kartini yang bersedia pindah ke Pasar Waru.

Saat itu, dalam rapat soal relokasi di Kantor Kelurahan Rejosari, Bimo, ujar Fauzi, menyanggupi permintaan pedagang untuk memberi tali asih. Namun hingga kini, janji tersebut tak kunjung dipenuhi.

Sekretaris Camat Semarang Timur, Firdaus Setiawan mengatakan, pihaknya belum menerima informasi waktu pembagian tali asih kepada PKL dari Pemkot, sehingga belum bisa dilakukan.

''Namun untuk teknisnya saya tidak tahu banyak. Coba saja ke Pak Camat,'' ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, Camat Bimo Irianto belum bisa dihubungi. (H6, H12-18d)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA