logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 21 September 2006 SEMARANG
Line

Tempat Hiburan Tutup Empat Hari

SEMARANG - Semua tempat hiburan di seluruh Kota Semarang diminta tutup selama empat hari, mulai Jumat (22/9) besok, yang merupakan H-2 Ramadan. Hal itu tertuang dalam SK Wali Kota No 435/4139 bertanggal 11 September 2006 tentang Pengaturan Jam Operasional Seluruh Usaha Hiburan selama Puasa dan Lebaran 2006.

''Penutupan itu dalam rangka menghormati datangnya bulan suci Ramadan, dan upaya menciptakan rasa saling menghormati di antara umat Islam yang melaksanakan ibadah puasa,'' kata Wali Kota Sukawi Sutarip, kemarin.

Pengaturan jam operasional tempat hiburan itu terbagi menjadi tiga fase, yakni awal Ramadan, selama bulan puasa, dan Lebaran. Pada awal puasa, semua usaha diskotek, kelab malam, karaoke, biliar, panti pijat, panti mandi uap, dan kafe baik di luar maupun di dalam hotel diwajibkan tutup total.

Selama Ramadan, jam operasional tempat hiburan diatur sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu kekhidmatan umat Islam menjalankan puasa. Disebutkan pula, tempat hiburan berjenis diskotek, kelab malam, kafe, dan karaoke diperbolehkan buka pukul 21.00 sampai 01.00 dini hari. Panti pijat/panti mandi uap hanya boleh buka mulai pukul 10.00 hingga 22.00, sedangkan biliar pukul 10.00-24.00. Pada saat Lebaran kelak, seluruh tempat hiburan kembali ditutup selama empat hari, mulai H-2 sampai H+2.

''Mari kita sambut datangnya Ramadan dengan tetap menjaga iklim kondusif di Kota Semarang,'' ajak Wali Kota.

Masyarakat diminta tidak melakukan tindakan main hakim sendiri, terkait dengan upaya menjaga iklim kondusif itu. Jika mereka menemukan hal-hal yang melanggar, kata dia, diharapkan melaporkan kepada yang berwajib. ''Saya harap tidak ada main sweeping. Percayakan pada yang berwajib untuk menindaknya.''

Siap Back-Up

Secar terpisah, Kapolwiltabes Semarang Kombes Pol Drs Suhartono MM mengimbau masyarakat untuk tidak bertindak sendiri dalam menyikapi tempat hiburan yang buka selama Ramadan. Pihak kepolisian juga melarang masyarakat melakukan sweeping di sejumlah tempat hiburan. Pasalnya, dikhawatirkan terjadi tindakan anarkis.

"Jangan sampai ada sweeping dari masyarakat. Percayakan kepada aparat yang menindaknya. Kalau memang menemui kecurigaan, lapor kepada polisi. Pasti akan kami tindak lanjuti," janji Kapolwiltabes saat ditemui seusai menggelar pemusnahan 14.000 botol berisi minuman keras di Lapangan Kalisari Polwiltabes Semarang, kemarin.

Dia juga menyatakan akan mem-back-up pengamanan selama Ramadan. Hal itu semata-mata untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi umat muslim yang akan menjalankan puasa.

Dia bahkan mengimbau agar tempat-tempat hiburan malam tutup selama Ramadan. "Setelah kami menganalisis kondisi yang ada, memang lebih baik tutup," tandas Kapolwiltabes. (H9,H21-62n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA