| Kamis, 21 September 2006 | KEDU & DIY |
Massa Geram, Reka Ulang GagalBOROBUDUR - Rencana reka ulang pembunuhan Mat Kolil di Dusun Gunung Kidul, Desa Purwosari, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, Rabu (20/9), gagal. Ratusan warga, sebagian membawa senjata tajam dan kayu, mendatangi lokasi dengan penuh emosi. Karena khawatir mengancam keselamatan tersangka, polisi membatalkan rencana reka ulang. Mobil pengangkut tersangka diperintahkan kembali ke Mapolres Magelang oleh Kasat Reskrim AKP Sudirman. Pagi itu iring-ringan empat mobil yang mengangkut petugas dan tersangka masuk Gunung Tugel. Sampai di depan gerbang dusun, perjalanan dihentikan massa. Mereka mencari tersangka pembunuhan sadis itu. Setelah tahu mobil yang membawa tersangka, massa mengikutinya sambil berlari-lari. Mereka mengawal mobil itu sampai sejauh 500 meter. Beberapa kali mereka menggedor bodi mobil, agar petugas mengeluarkan tersangka. Polisi tak menghiraukan permintaan itu. Gantian saat polisi meminta mereka untuk menjauhi mobil, tak digubris. Sesampai di tempat kejadian, mobil yang mengangkut tiga tersangka- Eko Prasetyo Agung (23) dan Nur Sahid (31), keduanya warga Semarang, serta Trimo (31) penduduk Grabag, Magelang- dikepung massa. Muncul teriakan bersahut-sahutan dari massa yang bernada mengancam keselamatan tersangka. "Bunuh saja!" kata salah seorang di antara mereka. "Bakar saja," teriak yang lain. Ada pula yang minta tersangka pembunuhan sadis itu dihajar. Melihat situasi tak kondusif, AKP Sudirman segera memerintahkan anggotanya untuk mengurungkan rencana reka ulang pembunuhan itu. Tersangka dibawa ke Mapolres beserta barang buktinya. "Kami tidak mau berisiko. Kami akan menjadwal ulang dengan kesiapan pengamanan yang ekstra," katanya. Sebenarnya sebelum ke Gunung Tugel, sudah ada reka ulang yang dimulai dari simpang tiga Secang. Dalam reka ulang itu dilukiskan pertemuan tersangka Trimo dengan korban, Mat Kolil, di pangkalan truk Demak. Selanjutnya kedua orang itu pergi ke Jalan Pemuda untuk menemui tersangka Nur Sahid yang sedang santai di dekat becaknya. Trimo mengajaknya untuk mengantar kelapa ke Magelang. Juga mengajak Eko. Mereka pun ke Magelang. Sampai akhirnya mayat Mat Kolil, warga Demak, ditemukan di Gunung Tugel dengan tubuh penuh luka pada 22 Juli 2006. Wajahnya tertutup kain putih. Setelah dibuka, mukanya penuh darah. Lehernya luka memar seperti bekas cekikan. Tangan dan kakinya terikat. Usai membunuh, ketiga tersangka itu membawa truk korban ke Demak untuk menjual onderdilnya. (pr-66) |