logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 21 September 2006 EKONOMI
Line

Inovasi Telepon Tetap Nirkabel

Menang Bersaing karena Bisa Mobile

Ketika booming telepon seluler seperti yang terjadi saat ini, telepon kabel atau telepon tetap, seolah-olah hilang ditelan waktu karena kalah bersaing.

Pertumbuhan pelangganya juga sangat menyedihkan, hingga saat ini baru sekitar 10 juta pelanggan. Bandingkan dengan pelanggan seluler yang sudah lebih dari 30 juta orang. Jumlah ini dicapai hanya dalam waktu yang sangat singkat, sekitar 5 tahun.

Memang, orang yang sudah punya ponsel tetap butuh telepon tetap di rumah atau di kantornya. Namun ceruk pasar yang masih sangat besar ini tidak tersentuh oleh layanan telepon tetap lantaran keterbatasan jaringan.

Maka, para pelaku di bisnis inipun memutar otak mencari cara untuk dapat meraih celah pasar ini. Salah satunya adalah PT Telkom. BUMN di bidang telekomunikasi tersebut kini gencar memasarkan layanan komunikasi yang menggunakan teknologi CDMA 2000 1x dengan nama Flexi. Layanan telepon lokal yang bisa dibawa mobile ini ternyata mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat.

Perang layanan diantara operator code division multiple acces (CDMA) ini juga semakin seru saja. Ujung-ujungnya adalah perang tarif murah. Kini, para operator CDMA ini "bertempur" pada tarif on net sekitar Rp 1.000 per jam.

Menyiasati persaingan tersebut, Telkom membuat langkah strategis dengan meluncurkan layanan Flexi Combo versi baru yang merupakan penyempurnaan dari Flexi Combo sebelumnya. Produk ini menawarkan tarif lokal dalam cakupan yang luas di berbagai wilayah di Indonesia. Dengan memanfaatkan layanan ini pelanggan bisa memiliki tiga nomor Flexi, terdiri dari satu nomor induk dan dua nomor anak temporer yang dapat digunakan di tiga kota berbeda kode area di seluruh cakupan layanan Flexi.

Pembebanan tagihan secara terpusat pada nomor induk. Dua nomor anak temporer tersebut dapat diganti setiap saat oleh pelanggan sesuai dengan kota yang hendak dituju.

''Ini benar-benar sebuah inovasi yang menawarkan solusi tarif hemat bagi pelanggan yang suka bepergian ke mana-mana di wilayah Indonesia,'' ungkap Manager Komunikasi PT Telkom Divre IV Jateng-DIY Sudjatmiko.

Flexi Combo versi sebelumnya hanya memungkinkan seorang pelanggan menggunakan satu kartu Flexi untuk melakukan percakapan di tiga kota berbeda kode area, tapi dengan tagihan yang terpisah-pisah. Dengan Flexi Combo versi baru ini maka pelanggan tak perlu lagi membayar tagihan secara terpisah-pisah, cukup di satu nomor induk saja.

Di samping itu, agar pelanggan tetap bisa dihubungi dengan nomor induk sekalipun sedang berada di suatu kota di mana ia sedang menggunakan nomor lain, maka Telkom menyediakan fitur pengalihan panggilan (call forwarding) dengan tarif Rp 250 per 30 detik yang berlaku tanpa batasan zona dan kapan saja (tarif flat).

Meski memiliki kemampuan untuk digunakan di berbagai wilayah, tidak berarti Flexi Combo menyediakan fasilitas roaming sebagaimana yang tersedia pada layanan telepon seluler. Bagaimana pun produk ini tetap menggunakan dua nomor lokal bersifat temporer yang masing-masing hanya bisa bergerak dalam satu wilayah kode area. Proses aktivasi Flexi di tempat-tempat yang dikunjungi juga dapat dilakukan secara mudah dan cukup melalui SMS.

Nomor Lokal

Sebagai contoh, seorang pelanggan Flexi dengan nomor induk Semarang berkunjung ke Solo. Agar Flexi yang dibawanya bisa digunakan di Solo, maka ketika masih di Semarang pelanggan tersebut cukup mengetik On<spasi>(namakota) atau On<spasi>(kodearea), dalam hal ini berarti On Solo atau On 0271 kemudian dikirim ke nomor 777.

Demikian halnya, ketika pelanggan tadi mengunjungi kota lain. Pelanggan tersebut akan mendapatkan SMS notifikasi yang menginformasikan nomor lokal temporer kota setempat sehingga di kedua kota tersebut nomor lokal temporer sudah aktif dengan tarif percakapan ke nomor telepon setempat adalah lokal dan ke nomor kota lain (beda kode area) tetap SLJJ.

FlexiCombo boleh dibilang salah satu hasil dari upaya sungguh-sungguh Telkom untuk menyediakan layanan yang di satu sisi mengakomodasi kebutuhan komunikasi masyarakat yang fleksibel dan mobile. Di sisi lain juga menawarkan tarif yang sangat murah. Inovasi ini, sangat klop dengan program ''Flexi SurePrice!'' yang menawarkan tarif murah antarsesama pengguna Flexi.

Inovasi yang dikembangkan Telkom ini rupanya memberi kontribusi signifikan. Layanan ini memberi kontribusi bagi peningkatan penjualan Telkom Flexi. Sejak dirilis Flexi Combo, rata-rata penjualan per hari lebih dari 10 ribu. Angka ini di atas rata-rata angka penjualan Telkom Flexi sejak Januari hingga Juli 2006.

Dari sisi penjualan, Flexi per hari peningkatan yang signifikan mulai terlihat sejak Telkom melakukan berbagai inovasi baik di sisi marketing maupun teknologi. Di bulan Januari 2006 rata-rata penjualan per hari hanya mencapai 7.428 SSF (Satuan Sambungan Fleksi), setelah itu turun berturut-turut menjadi 7.161 SSF di bulan Februari, 6.426 SSF di bulan Maret, dan 6.162 SSF di bulan April.

Penjualan Flexi juga merangkak naik ketika Telkom meluncurkan program Flexi Sure Price. Pasca program ini penjualan per hari meningkat menjadi 7.740 SSF di bulan Mei 2006, 9.463 SSF (Juni), dan 9.797 SSF (Juli).

Sementara setelah Flexi Combo versi baru dirilis, penjualan Flexi hingga 23 Agustus saja sudah mencapai 232.011 SSF, berarti rata-rata penjualan per harinya sudah melebihi 10.000 SSF.

Setyo Tuhu, pemilik Menara Advertising yang berlokasi di Jl Kesatrian Semarang mengatakan sejak ia menggunakan telepon Fleksi bisa menghemat biaya telekomunikasinya. Jika sebelumnya dengan hanya menggunakan satu telepon seluler GSM sebuah operator besar, tagihan ponselnya mencapai di atas Rp 1 juta setiap bulan. Namun sejak ia juga menggunakan ponsel Fleksi untuk melakukan panggilan, tagihan ponsel GSM-nya turun drastis hingga lebih dari separuhnya.

Apalagi dengan adanya Flexi Combo, Tuhu yang sering melakukan perjalanan bisnis keluar kota memiliki alternatif dan merasakam betul manfaat produk Telkom ini.

Ia menilai Flexi lebih unggul karena selain tarifnya murah juga kawasan blank spot-nya sudah jauh berkurang. Ia berharap jangkauan Fleksi segera diperluas ke kota-kota ibukota kabupaten lainnya sehingga momentum antusiasme masyarakat akan Fleksi terus bergulir.

Terlepas dari inovasi apa yang dikembangkan, kenyamanan berkomunikasi, pada gilirannya menjadi kata kunci. Kenyamanan berkomunikasi dimungkinkan apabila operator memiliki coverage yang luas, serta didukung oleh kualitas jaringan.

Dibandingkan dengan operator lain, Telkom Flexi memiliki coverage yang luas. Ekspansi baru, akan semakin memperluas jaringan yang dimiliki.

Tentu harus didukung dengan peningkatan kualitas jaringan, terbuka peluang untuk meraup pelanggan sebanyak mungkin. Apalagi jika fitur semakin diperkaya dan titik-titik layanan pelanggan, termasuk kemudahan melakukan isi ulang. (Arie Widiarto-59)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA