| Kamis, 21 September 2006 | EKONOMI |
Belum Berimbas ke Perekonomian Regional
JAKARTA-Kudeta Thailand oleh pihak militer sejauh ini belum memberikan dampak yang signifikan ke pasar finansial baik di Thailand sendiri maupun secara regional. Bank Dunia melihat masih terlalu awal untuk melihat apakah kudeta militer di Thailand akan berpengaruh terhadap perekonomian Thailand atau regional. Hal senada disampaikan oleh IMF. "Masih terlalu dini, kita belum tahu apa yang sebenarnya yang akan terjadi," ujar World Bank Senior Governance Advisor in Indonesia, Joel Hellman di kantornya, Gedung BEJ, Jakarta, Rabu (20/9). Menurutnya, apa yang terjadi di Thailand merupakan isu politik bukan isu ekonomi. "Asumsi saya, kita akan tahu lebih jelas dalam beberapa hari kemudian," ujarnya. Secara terpisah, Direktur Pelaksana IMF Rodrigo Rato di Singapura mengatakan, meski belum melihat dampak yang signifikan terhadap perekonomian, namun IMF akan tetap memantau kondisi di Thailand. "Kami akan terus melihat perkembangan (kudeta Thailand) dengan cermat dan hingga saat ini kami belum melihat dampak finansial yang signifikan," ujar Rato seperti dikutip dari AFP. Krisis Ekonomi Ekonom dari The Indonesia Economic Intelligence, Sunarsip berpendapat bayang-bayang krisis ekonomi yang pernah terjadi di era 1997/1998 kembali muncul setelah adanya kudeta di Thailand. Namun bayangan itu tak akan jadi nyata karena Asia kini dalam kondisi yang lebih baik. Sunarsip mengakui, kudeta oleh militer itu sesaat akan mengguncang pasar finansial Thailand. Namun diyakini guncangan itu tidak akan merembet ke negara-negara tetangganya, seperti yang terjadi di tahun 1997. "Kudeta di Thailand saya kira tidak akan merembet seperti tahun 1997/1998. Pelemahan mata uang Thailand memang pasti terjadi, tapi saya kira tidak merembet ke regional," katanya di Jakarta, Rabu (20/9). Krisis ekonomi yang merebak di Asia pada tahun 1997/1998 bermula dari krisis ekonomi di Thailand setelah mata uangnya ambruk. Namun untuk kali ini, Sunarsip meyakini krisis politik itu tidak akan memberi dampak yang signifikan, terutama pada mata uang Indonesia.(dtc-59) |