logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 21 September 2006 EKONOMI
Line

Pasar Rumah Lesu, Transaksi Pameran Turun

SEMARANG- Penyelenggaraan pameran Real Estate Indonesia (REI) Expo III di Mal Ciputra yang berakhir Selasa (19/9) mampu membukukan total transaksi penjualan rumah 146 unit. Kategori rumah yang terjual itu adalah 50 unit Rumah Sederhana Sehat atau RSH, 27 unit rumah seharga Rp 50-100 juta, 62 unit rumah seharga Rp 100-400 juta, dan 7 unit rumah seharga di atas Rp 400 juta.

Djoko Santoso, Ketua Panitia REI Ekspo III, mengatakan, hasil penjualan pameran tersebut masih menunjukkan kelesuan pasar properti. Bila dibandingkan dengan hasil transaksi pameran serupa pada Mei lalu, maka terdapat penurunan angka transaksi sebesar 17%. Pameran waktu itu berhasil mencatat penjualan sebanyak 177 unit.

Ia menjelaskan ada beberapa faktor yang menyebabkan transaksi masih rendah, di antaranya pengaruh faktor sosial, daya beli rendah, dan masih tingginya suku bunga perbankan.

Untuk bisa meningkatkan penjualan, ia berharap para developer bisa mengembangkan program yang mampu merangsang minat konsumen.

''Saat ini, para developer sudah mengembangkan program seperti subsidi bunga kredit ataupun juga bebas bunga kredit dalam jangka waktu tertentu. Program ini sebagai upaya untuk menyiasati suku bunga bank yang masih tinggi. Namun karena daya beli masih rendah, program-program tersebut belum mendapatkan respon yang baik dari konsumen," katanya.

Harga BBM

Djoko mengatakan, kondisi serupa juga terjadi pada pameran rumah yang diselenggarakan di Jakarta, Surabaya, dan Yogyakarta. Meski demikian, ia mengungkapkan hasil transaksi pameran kali ini lebih baik bila dibandingkan dengan pameran serupa di awal tahun 2006, yang hanya mencatat transaksi sebanyak 77 unit. Saat itu, faktor utama anjloknya penjualan adalah imbas dari kenaikan harga BBM, yang kemudian berpengaruh terhadap sektor lainnya.Ia juga berharap semakin banyak bank yang mengembangkan KPR untuk RSH, terutama bank-bank pemerintah. Selama ini, baru Bank BTN yang memiliki andil besar dalam pengembangan KPR RSH. (H22-59 )


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA