| Kamis, 21 September 2006 | BUDAYA |
KRONIKPameran "Logika Hitam-Putih"SEMARANG - Empat perupa dari Pati, yakni Imam Bucah, Putut Puspito Edi, Imam Tohari, dan Susilo Tomo, pameran bersama di Rumah Seni Kayangan, Jalan Borobudur Timur II/60, Semarang, pada 21 September sampai 2 Oktober 2006. Pameran bertajuk "Logika Hitam-Putih" itu dibuka hari ini pukul 19.00. Acara pembukaan akan dimeriahkan atraksi tari dan nyanyi oleh Komunitas Papua di Semarang. Di sesela pameran, Selasa (26/9) pukul 19.00, diselenggarakan diskusi dengan pembicara Adji Noegroho (Semarang) dan Heru Hikayat (Bandung). Imam Bucah menuturkan mereka berempat menyajikan pendekatan "hitam-putih" sebagai tawaran ekspresi estetika lain yang sehat. Meski, mula-mula eksplorasi paradoks hitam-putih itu merupakan penyiasatan terhadap kemahalan konstruksi pameran seni rupa yang kini menggejala. (gbs-53) ''Topeng-topeng'' Teater Gema SEMARANG- Teater Gema IKIP PGRI, malam nanti pukul 19.30, mementaskan monolog Topeng-topeng karya Rahman Sabur. Pementasan dilaksanakan di aula kampus, Jalan Lontar 1, Semarang. Topeng-topeng dimainkan oleh Memet di bawah arahan sutradara Abdillah Budjel. Menurut rencana, lakon yang pernah ditampilkan dalam Peksimida di Unika Soegijapranata, beberapa waktu lalu, itu akan dipentaskan keliling di tujuh kota, yakni Tegal, Batang, Kendal, Bandung, Jakarta, Kudus, dan Tuban. (H6-53) |