| Sabtu, 16 September 2006 | SALA |
Guru SD Diadukan ke PolisiSRAGEN - Menuk Rusmiati, seorang guru SDN 3 Sragen, kemarin diadukan Pujiono ke polisi. Menuk dituduh menganiaya Jihad Nur Cholis, murid kelas VI SDN yang juga putra Pujiono, dengan cara mendorong kepalanya. Akibat didorong, Jihad Nur Cholis terjatuh di lantai mushala sekolah sehingga tulang kaki kanannya retak. ''Saya tidak bisa menerima perlakuan ibu guru itu terhadap anak saya,'' tutur Pujiono dan Sumarni, orang tua kandung Jihad Nur Cholis, kemarin. Karena anaknya mengeluh kesakitan di bagian kaki kanan, kemudian Pujiono membawa anaknya untuk dirontgent di RSUD Sragen, Jl Raya Sukowati Timur. Hasil foto sinar X itu, menurut Sumarni, memperlihatkan tulang kaki kanan anaknya retak. Berbekal hasil foto rongent dan visum dokter dari RSUD, Pujiono mengadukan Menuk Rusmini ke Polres Sragen. ''Demi Allah, saya tidak pernah melakukan perbuatan yang bisa mencelakakan murid,'' kata Menuk Rusmini saat dimintai konfirmasi di rumahnya di Kampung Bulaksari, Kelurahan Nglorog, Sragen Kota, kemarin. Dikatakan, cedera yang diderita Jihad Nur Cholis diduga akibat bercanda saling dorong dengan temannya di mushala SDN 3 Sragen. Menuk yang juga wali kelas VI itu menuturkan, dia semula kaget dipanggil Sukardi, guru agama SD tersebut. Sebab, saat pelajaran agama dan jam istirahat untuk shalat zuhur berjamaah, Jihad Nur Cholis dan sejumlah temannya malah saling dorong hingga jatuh bersamaan di dalam mushala. Tidak Mengasari Sukardi yang berkali-kali menegur murid laki-laki itu pun mulai jenuh dan memanggil dirinya. Setelah dia datang, Sukardi mengeluh karena anak didiknya masih asyik bercanda. Dia pun mencoba menenteramkan para murid dengan mendekati Faisal dan Jihad Nur Cholis. Setelah itu anak-anak pun bubar. Sesudah meninggalkan mushala, Jihad Nur Cholis mengeluh kaki kanannya terasa sakit. Ketika pulang, dia pun mengadukan kepada ayahnya, Pujiono, yang berjualan susu segar di seputaran Alun-alun Sragen. Pujiono pun mengadu ke sekolah dan diterima Kepala SDN 3 Heru Parsono. Menuk yang merasa tidak berbuat apa-apa terkejut dengan kedatangan Pujiono. (nin-50v) |