logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 16 September 2006 SALA
Line

Dikurangi, Jumlah Agen Bus Malam

SOLO - Jumlah agen bus malam di Terminal Induk Bus Tirtonadi, Gilingan, akan dikurangi. Kebijakan itu dilakukan menyusul banyaknya agen yang tidak aktif atau perusahaan bus yang menempatkan karyawannya di terminal tersebut sudah tidak mengoperasikan angkutannya. Hal itu diungkapkan Kepala Urusan Pungutan Unit Pelaksana Teknik Dinas Terminal Bus Ongko Prasetyo SSos, kemarin.

Dalam pertemuan dengan sejumlah agen bus malam yang tergabung dalam Himpunan Agen Bus Malam (Habma), dia mengatakan, selama ini ada sejumlah agen yang tidak membayar sewa loket. Ada yang tidak pernah beroperasi di terminal, namun ada juga perusahaan bus yang bangkrut atau dipindahtangankan kepada orang lain.

''Ada juga yang mengubah rute trayek namun tidak memberitahukan kepada pengelola terminal. Pengurangan dilakukan untuk mencegah makin membengkaknya tunggakan loket yang ditempati para agen bus malam,'' kata dia.

Sampai sekarang jumlah tunggakan agen bus malam mencapai Rp 109.060.200. Di terminal tercatat ada 128 agen yang menjadi anggota Habma. Adapun sewa loket Rp 1.500/hari. Untuk setiap loket ditempati karyawan dari dua agen bus malam.

''Memang ada agen yang nakal. Meski setiap hari ada di terminal dan menjalankan pekerjaannya, namun sama sekali tidak pernah mengangsur sewa loket,'' ujarnya.

Rp 3 Juta

Dari jumlah tunggakan sewa sebanyak itu, ada agen yang belum melunasi sewanya hampir Rp 3 juta. Upaya untuk menagih tunggakan sudah dilakukan petugas seksi pungutan terminal dibantu Kepala Pos Polisi Terminal Aiptu Khamid.

Akhirnya, para agen bus itu dikumpulkan di ruang pertemuan terminal didampingi pengurus Habma. Oleh Ongko disampaikan bahwa para agen itu diberi waktu sampai bulan Oktober untuk melunasi tunggakan sewa loketnya. Pada kesempatan itu Khamid juga mengharapkan agar para agen bus menaati kewajibannya.

''Pelayanan kepada penumpang agar ditingkatkan. Seragam harus dikenakan setiap hari dan jangan memakai sendal jepit. Jangan sampai ada penumpang yang curiga dan malah takut ketika ditawari tiket. Rambutnya tidak usah dicat yang berwarna macam-macam, biar kelihatan rapi,'' tegas Khamid.

Setelah mendapat pemberitahuan dan imbauan untuk mengangsur tunggakan serta ketentuan masalah pekerjaannya, ada sejumlah agen yang mengangsur tunggakan sewanya. (sri-50v)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA