logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 16 September 2006 PANTURA
Line

Pikap Terbalik, Sepuluh Luka

  • Akan Rayakan Kliwonan

KAJEN - Nasib nahas dialami sekitar dua puluh warga Desa Legokkalong, Karanganyar, Pekalongan, kemarin. Saat ingin merayakan kliwonan, mobil pikap yang mereka tumpangi terbalik. Akibatnya, sepuluh orang luka-luka dan harus dirawat di rumah sakit.

Mobil pikap G-9380-GB yang membawa rombongan itu melaju di jalan raya Karanganyar. Para penumpang sedianya ingin bertamasya merayakan kliwonan (jumat kliwon-Red) ke objek wisata Guci di Tegal.

Saat melewati Desa Karangsari, mobil yang dikemudikan Riyanto (25), warga Legokkalong itu mencoba menyalip sebuah angkutan kota. Namun karena penumpangnya terlalu banyak, ban bagian depan mobil itu terangkat.

Pikap berwarna putih itu pun oleng dan akhirnya terbalik ke sisi kanan jalan. Para penumpang yang sebagian besar wanita terlempar. Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung memberikan pertolongan.

Ke RSUD Kajen

Sepuluh penumpang yang terluka segera dilarikan ke RSUD Kajen. Mereka adalah Widayati (13), Mursita (45), Kasri (65), Wastumi (35), Nanik Widyaningrum (45), Sesar Dwi (4), Hari (13), Cipto (5), Sutiah (50), dan Wagimin (50). Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut. Namun para korban mengalami luka yang cukup parah. Seperti Kasri (65) yang mengalami patah tulang akibat terlempar dari mobil.

Sementara itu mobil yang masih dipenuhi perbekalan para penumpang seperti nasi dan lauk-pauk serta air minum, diamankan di Mapolres Pekalongan.

Kapolres Pekalongan AKBP Drs Hary Nartanto melalui Kasat Lantas Iptu Mifta Hadi Safii mengatakan, sampai saat ini petugas masih memeriksa pengemudinya.

Mifta menandaskan, Polres Pekalongan sudah beberapa kali menyosialisasikan kepada masyarakat soal larangan penggunaan mobil pikap untuk mengangkut orang. (G16-54n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA