| Sabtu, 16 September 2006 | OLAHRAGA |
Arema-Persipura Berebut Predikat Tim TerbaikSIDOARJO - Tim ''Singo Edan'' Arema Malang berjanji tampil fight menghadapi Persipura Jayapura pada laga final Piala Indonesia 2006 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, malam ini mulai pukul 19.30 WIB. Sementara kubu Persipura menegaskan, partai puncak Copa Indonesia kali ini merupakan pembuktian tim terbaik. Sebelum laga final, terlebih dahulu digelar partai perebutan juara ketiga antara Persija Jakarta dan PSMS Medan. Arema adalah juara bertahan Piala Indonesia, sedangkan Persipura pemegang gelar juara Liga Indonesia 2005. Manajer Tim Arema Satrija Budi Wibawa mengatakan, siapa pun yang tampil sebagai pemenang Piala Indonesia 2006 layak menyandang predikat tim terbaik di Tanah Air. ''Tekad kami sudah bulat, gelar juara harus dipertahankan,'' tegas Satrija, kemarin. Sayang, ambisi Arema terkendala dengan absennya striker Franco Hita. Striker asal Argentina itu tak bisa turun lantaran terkena akumulasi kartu. Tim Mutiara Hitam juga kehilangan pemain depan Boaz Solossa yang bernasib sama dengan Hita. Kendati begitu, Arema masih bisa mengandalkan striker Emaleu Serge. Persipura pun tetap berbahaya dengan tetap tampilnya Christian Carasco, penyerang asal Cile. Serge saat ini menjadi top scorer dengan sembilan gol, sedangkan Carasco cuma terpaut dua gol. Nurdin Hadir Ketua Umum PSSI Nurdin Halid akan berada di jajaran penonton VVIP untuk menyaksikan langsung duel Arema versus Persipura. Nurdin yang dihubungi di kediamannya, semalam, menyatakan siap hadir di Sidoarjo. Dia mengaku sudah lama tak menyaksikan pertandingan Divisi Utama dan Piala Indonesia secara langsung. "Dalam dua tahun teraikhir, paling-paling saya menyaksikannya lewat tayangan televisi," tuturnya sambil tertawa. Ketua Badan Liga dan Tim Nasional Indonesia (BLTNI) Nirwan Dermawan Bakrie belum bisa memastikan kehadirannya. "Saya ada urusan di luar kota, tapi kita lihat saja nanti," ungkap Nirwan yang dihubungi terpisah. Nurdin dan Nirwan berharap duel final berjalan lancar. Keduanya tak ingin terjadi kerusuhan antarsuporter. "Keempat tim yang bertanding harus menjunjung tinggi sportivitas, jangan saling memancing emosi lawan yang akhirnya bisa mempengaruhi emosi penonton," jelas Nurdin. Sementara Nirwan meminta keempat tim bisa saling menjaga suasana agar tetap kondusif. ''Mari kita tutup musim kompetisi tahun 2007 ini dengan baik dan menimbulkan kesan menyenangkan," jelasnya. (wgm,G14-31) |