| Sabtu, 16 September 2006 | NASIONAL |
Ucup Kelik Pelipurlara''Saya Menolak Dipanggil SBY''
SIAPA pun tentu akan berpikir dua kali, bila menolak dipanggil seorang presiden. Menolak panggilan itu, dapat saja diartikan kurang menghormati atau bisa-bisa melecehkan maksud baik seorang pemimpin. Tapi apa jadinya bila itu menimpa Wakil Presiden Republik Benar-Benar Mabuk (Republik BBM) Ucuk Kelik Pelipurlara? Ternyata dia secara tegas dan lugas akan langsung menolaknya. Pernyataan dari tokoh plesetan dan pendiri lembaga bantuan humor (LBH), di Lotus Cafe Hotel Grand Candi Kota Semarang, semalam, sempat membuat pengunjung yang memadati tempat hiburan itu saling pandang. Lho kok, berani-beraninya menolak panggilan seorang presiden beneran? Buru-buru sosok plesetan Wapres Jusuf Kalla dalam tayangan Republik BBM yang pernah disiarkan Indosiar, langsung menjawab kepenasaran pengunjung yang mulai nggeremeng sendiri, dan membuat suasana menjadi gaduh. ''Lha iya. Nama saya Kelik kok dipanggil SBY. Jelas saya menolak. Iya nama saya Kelik. Saya akan menolak dipanggil SBY. Ibu saya akan protes yang merasa bikin bubur abang putih saat memberi nama saya Kelik,'' cetus dia, dengan mimik rada serius. Guerrr...suasana ruangan kafe itu pun menjadi gaduh dan ger-geran, begitu meluncur jawaban spontan dari pelawak yang kini berpindah mengisi acara Republik Mimpi di Metro TV. Acara yang sebenarnya berbentuk talk show untuk mengenalkan buku baru karyanya bertajuk ''Please Edan! Gerr..Sama Kelik Pelipurlara'', menjadi hidup dan bertenaga. Lebih dari itu, seperti menjadi pencerahan tersendiri bagi pengunjung kafe itu biasanya disuguhi musik jedag-jedug yang memekakkan telinga. Bayu Krisna dari Swa Consult sebagai pemandu acara yang disponsori Djarum Super Mezzo dan Slamet Benjo dari LBH, pun seperti tak kuat menahan tawa. Meski dialog itu penuh plesetan segar, dalam rangka peluncuran buku kali ketiganya, dia langsung sigap agar tidak larut dalam suasana ger-geran itu. Dia pun mencoba membeberkan jurus-jurus lawakan plesetan yang segar, tidak menyakiti audien dan mampu memberikan pencerahan. Klinik Lawak Jadilah dialog itu menjadi klinik lawak bagi yang ingin tahu lebih dalam soal bagaimana melawak yang sehat dan cerdas. Dia memberika formula, pelawak itu harus rajin membaca buku, koran atau apa saja untuk menambah wacana dan pengetahuannya. Selama ini diakui, telah berlangganan sepuluh koran dan tujuh majalah. Itu demi kepentingan saya dalam melawak. Kadang kecacatan fisik rekan pelawak dijadikan bahan lawakan. Jika itu disiarkan tv akan menyakiti penonton yang melihatnya. ''Seharusnya begini, ini dia salah seorang artis terkenal yang pernah membintangi iklan Domentos Mrongos''. Soal prinsip hidup, dia membuka rahasia tidak jauh berbeda dengan para jurnalis dalam membuat berita. Rumusnya 5W 1H tambah SW. Maksudnya kalau mengontrak dirinya harus tahu dulu semuanya. Apa, kapan, di mana, mengapa, siapa dan bagaimana audiennya. ''Bagaimana bayarannya. Terus ditambah SW, ya artinya so what gitu loh,'' cetus dia.(Riyono Toepra-64) | ||||