logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 16 September 2006 SEMARANG
Line

Puluhan Karyawan PT Fumira Tuntut Uang Pesangon

BANYUMANIK - Lebih kurang 60 karyawan PT Fumira di Jalan Setiabudi Banyumanik yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK), Jumat (15/9) bergerombol di perusahaan itu untuk menuntut uang pesangon yang layak. Namun hingga sore kemarin, belum ada keputusan mengenai hal itu dari managemen perusahaan.

Diperoleh keterangan, aksi karyawan itu dilakukan sekitar pukul 11.00. Dalam aksi itu, mereka tidak berorasi dan tidak pula membawa poster bertuliskan protes. Namun, beberapa perwakilan mereka ada yang menemui managemen perusahan untuk mengajukan tuntutan itu.

Sayang, tidak ada seorang pun karyawan yang bersedia buka mulut kepada wartawan mengenai perincian tuntutan itu. Beberapa dari mereka memang ada yang menyambut wartawan secara proaktif namun sebagian karyawan lainnya tidak bersedia memberikan keterangan atau mendekati wartawan. Tidak jelas apa alasan mereka menolak berbicara dengan para jurnalis itu.

Tak Boleh Masuk

Bahkan, para pemburu berita itu pun tidak diperbolehkan masuk oleh aparat Satpam PT Fumira. Pintu perusahaan ditutup rapat, walau tidak digembok.

Personel saptam yang berjaga di pos polisi pun tidak memedulikan wartawan yang hendak meminta izin untuk memasuki kompleks perusahaan.

"Mas, tidak boleh masuk ke dalam perusahaan. Berada di luar saja," teriak seorang karyawan kepada Suara Merdeka, sore itu.

Salah seorang karyawan yang tidak mengikuti demo dan berada di luar pabrik membenarkan adanya bahwa sebagian karyawan perusahaan yang memproduksi seng itu berunjuk rasa.

Mereka pada umumnya dari bagian produksi. Sayang, sumber tersebut tidak bersedia menyebutkan identitasnya. Kata dia, para karyawan itu adalah yang terkena PHK.

"Mereka masih bernegosiasi dengan manajemen. Hingga kini (sore kemarin-Red), saya belum tahu bagaimana hasilnya," ucapnya.

Menjawab pertanyaan Suara Merdeka yang ingin wawancara dengan karyawan dan konfirmasi ke managemen, karyawan tersebut mengemukakan, wartawan tidak boleh masuk di lingkungan perusahaan oleh manajemen perusahaan. "Kenapa begitu, saya tidak tahu alasannya," imbuhnya. (G5-56j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA