| Sabtu, 16 September 2006 | KEDU & DIY |
Tak Banyak yang Tertarik Peta BencanaKABUPATEN Magelang menjadi daerah rawan bencana. Dalam rapat paripurna belum lama ini Fraksi Persatuan Pembangunan DPRD mengingatkan untuk dibuat pemetaan tempat bencana, baik untuk tanah longsor, angin ribut, gempa bumi, maupun banjir. "Kondisi alam di sini memang rawan bencana. Pemda selalu berusaha menekan korban akibat bencana melalui antara lain sosialisasi hasil penelitian gerakan tanah," kata Drs Edy Susanto, Kepala Kantor Kesbang Linmas Kabupaten Magelang, Jumat (15/9). Dia mengemukakan, peta daerah bencana sudah ada sejak 2002. Bahkan, sudah dibagi-bagikan. Persoalannya, tidak banyak yang tertarik data, termasuk peta bencana. Bahkan, masyarakat lokasi bencana sekalipun tidak tertarik. Empat tahun silam Pemkab Magelang bekerja sama dengan Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknik UGM Yogyakarta menerbitkan buku akhir penelitian gerakan tanah rawan bencana alam di daerah itu. Buku itu dilengkapi dengan analisis data dan rekomendasi yang didasarkan atas hasil penyelidikan dan pemetaan dengan metode yang ditetapkan berdasarkan Keputusan Meteri Energi dan Sumber Daya Mineral. (Tuhu Prihantoro-66) |