logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 16 September 2006 KEDU & DIY
Line

Sekolah Perlu Bebas Pilih Penerbit

BOROBUDUR - Rencana pengadaan buku pelajaran lebih dari Rp 14,6 miliar di Kabupaten Magelang (SM, 30/8), dilaporkan Jaringan Muda Nahdlatul Ulama (Jarmunu) kepada Presiden RI. "Itu karena sistem pengadaannya tidak jelas," kata Kholilul Rohman Ahmad, Presidium Jarmunu, kemarin.

Dia khawatir, jika mekanisme pengadaannya melalui sistem tender, akan terjadi penyelewengan. Misalnya pemenangnya ditentukan sebelum tender dibuka, karena ada deal tertentu antara pejabat pengetok palu di legislatif, dinas yang berhak mengadakan buku, dan pengusaha buku.

Menurut dia, pengadaan buku di Sleman, Wonosobo, Jepara, Kabupaten Semarang, Grobogan, Karanganyar, dan sejumlah daerah lain ditengarai koruptif sehingga pejabat terkait diperiksa polisi dan kejaksaan.

Karena itu, dia mengingatkan, hendaknya alokasi anggaran Rp 14,6 miliar tidak disalahgunakan untuk mempergemuk kantong pejabat yang tipis telinga dan hati serta tidak mau mendengarkan jeritan rakyat. "Kalau akhirnya sampai begitu, pejabat di Kabupaten Magelang juga akan berurusan dengan hukum," katanya.

Presidium Jarmunu mengharapkan dana rakyat diselamatkan dari skenario busuk.

"Penyelamatan ini memerlukan dukungan sejumlah pihak, khususnya DPRD Kabupaten Magelang sebagai representasi resmi rakyat, agar kejahatan atas nama pencerdasan bangsa dapat dihentikan," ujarnya.

Menurut dia, penyelamatan itu hanya bisa ditempuh melalui pembagian langsung. Artinya, dana alokasi buku pelajaran dibagikan langsung ke sekolah-sekolah yang membutuhkan.

"Dana buku hendaknya dibagikan dalam bentuk uang ke sekolah-sekolah, agar tidak terjadi keseragaman jenis buku yang bisa menghambat perkembangan, pemahaman, dan kemajuan bangsa Indonesia," ujarnya.

Dia meminta sekolah diberi kebebasan untuk memilih penerbit dan jenis buku yang dibutuhkan. Jangan memaksa sekolah untuk menggunakan buku dari penerbit tertentu.

"Berikan kepercayaan kepada sekolah untuk mengelola dana buku secara independen, sehingga bebas memilih buku yang cocok untuk anak didiknya tanpa didikte dan ditekan Dinas," pintanya. (pr-66)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA