| Sabtu, 16 September 2006 | KEDU & DIY |
Soeprapto Soedjono Pameran Foto
YOGYAKARTA - Dunia fotografi mengalami perkembangan cukup pesat beberapa tahun terakhir ini terutama setelah munculnya kamera digital. Seseorang dalam waktu relatif singkat bisa langsung memotret dan melihat hasilnya tanpa perlu proses cuci dan cetak. Perkembangan teknologi kamera digital yang pesat membuat siapa saja bisa memotret. Apalagi, telepon selular sekarang ini juga dilengkapi dengan perangkat kamera sehingga semakin memudahkan setiap orang mengabadikan apa yang dilihat setiap saat. Meskipun memotret makin mudah dilakukan, untuk memperoleh hasil yang memuaskan tetaplah harus menggunakan pedoman-pedoman secara teknis ataupun nonteknis. Pasalnya, mengambil gambar juga perlu menggunakan rasa, etika, estetika. Jadi, tidak asal jepret saja. Mengamati dunia fotografi, mendorong Dekan Fakultas Seni Media Rekam (FSMR) ISI Yogyakarta Drs Soeprapto Soedjono MFA PhD yang baru saja dilantik menjadi rektor, Kamis (14/9), untuk menggelar pameran tunggal bertajuk ''Retrospektif Fotografi'' sekaligus peluncuran buku karyanya Pot-Pourri Fotografi yang diterbitkan Penerbit Universitas Trisakti Jakarta, tempat Soeprapto juga menjadi pengajar. Perjalanan Karier Pameran dan peluncuran buku berlangsung di kampus Pascasarjana ISI Jalan Suryodiningratan 8 Yogyakarta. Pembukaan kegiatan tersebut pada Sabtu (16/9) pukul 19.00. Pameran itu akan berlangsung hingga 23 September, setiap hari pukul 09.00-14.00. Ada 20 karya lulusan doktor dari Ohio University, Athens, Ohio, AS dengan disertasi ''In Comparative Arts''. Karya-karya dia sebagian besar merupakan perjalanan kariernya selama menempuh pendidikan di luar negeri dan Indonesia. ''Nuansa retrospektif pameran ini tercermin dari kumpulan karya fotografi yang merupakan wujud visual perjalanan kariernya sebagai fotografer sejak masih menjadi mahasiswa sampai sekarang,'' ungkap Soeprapto yang dilahirkan di Kraksaan, Jawa Timur, 28 Februari 1949 itu. Bukunya itu sendiri mengulas seluk-beluk dunia fotografi, bukan sebatas dalam arti seni melainkan juga pada berbagai jenis lain, misalnya jurnalistik, potret, jalanan, dan kemunculan kamera analog ke digital. (D19-39j) |