logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 16 September 2006 KEDU & DIY
Line

UKM Jepara Kunjungi Bantul

YOGYAKARTA - Bencana tidak membuat sektor usaha kecil menengah (UKM) ambruk. Sebaliknya, segera bangkit kembali agar tetap bisa bertahan. Kemampuan bertahan tersebut telah ditunjukkan berbagai UKM di Bantul yang bidang usahanya antara lain bakpia pathuk, makanan kecil, Koperasi Ngudi Rahayu, Wonolelo, Plered, dan Koperasi Koparomieyo.

Melihat hal itu, anggota Koperasi Karya Boga, Desa Bugo, Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara mengadakan kunjungan untuk belajar dari pengusaha tahan banting di wilayah gempa, Bantul tersebut, baru-baru ini.

Koperasi dari Jawa Tengah itu merupakan salah satu koperasi binaan PT Sriboga Raturaya, produsen tepung terigu yang beroperasi di Semarang.

Peserta kunjungan bisa melihat dan belajar proses pembuatan penganan dan pengepakan, pengemasan, sekaligus berbagi pengalaman dengan sesama koperasi yang dikunjungi. Harapannya, pengalaman yang didapat mampu diserap oleh peserta dan diterapkan secara lebih baik di tempat asalnya.

Koperasi Karya Boga Desa Bugo, Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara yang belajar ke Bantul terbentuk pada 2003 dan saat ini beranggotakan 65 industri penganan khas daerah, roti, dan kue.

''Dengan mengetahui koperasi yang lebih maju di sini, kami bisa mengambil langkah-langkah apa saja untuk peningkatan perkembangan dan kemajuan anggota di Jepara,'' ujar Ketua Koperasi Karya Boga Desa Bugo, Mulyadi.

Elemen Dasar

Humas PT Sriboga Raturaya, Astrid, mengungkapkan, perusahaan tersebut memberikan perhatian pada pemberdayaan UKM melalui koperasi. Karena diyakini, UKM merupakan elemen dasar pembangunan perekonomian daerah.

Usaha Sriboga sejalan dengan Dinas Perindustrian Perdagangan, Koperasi, dan Penanaman Modal (Disindagkop PM) Kabupaten Jepara, yaitu pemberdayaan usaha kecil menengah untuk meningkatkan penghasilan dan menyerap tenaga kerja.

''Kalau tujuan tersebut tercapai, dampaknya pengangguran berkurang sekaligus mencetak sumber daya manusia yang lebih baik dan trampil,'' ucap Kepala Bidang Koperasi dan UKM Disindagkop PM, Samto HS.

Dia mengatakan, pemberdayaan usaha kecil menengah melalui unit usaha koperasi dilakukan secara intensif, antara lain dengan seminar, pemberian pengetahuan mengenai akses ke perbankan oleh Business Development Services (BDS), ataupun dengan pendidikan mengenai cara berbisnis yang baik oleh para ahli. (D19-39j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA